Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Ekonomi RI Tumbuh 5,7% di 2026, Gubernur BI: Berhenti Wait and See Akan Ketinggalan Kereta

Berita

Ekonomi RI Tumbuh 5,7% di 2026, Gubernur BI: Berhenti Wait and See Akan Ketinggalan Kereta

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 28 Jan 2026 11:10
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini ekonomi Indonesia tumbuh 4,9 persen sampai 5,7 persen pada 2026. Dirinya meminta agar pelaku usaha atau investor tidak lagi wait and see, karena akan bisa ketinggalan kereta.

Hal ini disampaikan Purbaya saat merilis Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025. Dalam peluncuran tersebut, Perry memaparkan hasil evaluasi mendalam terhadap capaian ekonomi tahun lalu sekaligus memberikan proyeksi strategis untuk masa depan yang dirangkum dalam tiga pesan utama berinisial ‘OKS’ (Optimistis, Komitmen, dan Sinergi).

Pesan pertama, Optimistis (O), merujuk pada keyakinan BI bahwa tren positif pertumbuhan ekonomi tahun 2025 akan terus berlanjut. Perry memprediksi grafik pertumbuhan akan semakin mendaki pada dua tahun mendatang.
"Tahun 2026 ini kami perkirakan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4,9 sampai 5,7 persen. Dengan titik tengah ada 5,3 persen dan akan meningkat lagi menjadi 5,1 sampai 5,9 persen pada tahun 2027. Dengan tentu saja titik tengah yang lebih tinggi 5,5 persen," kata Perry dalam peluncuran LPI, Rabu (28/1/2026).

Melihat proyeksi tersebut, Perry meminta para pelaku usaha untuk membuang sikap ragu-ragu dan segera melakukan ekspansi demi menggerakkan roda perekonomian nasional.

"Berhentilah wait and see. Kalau wait and see akan ketinggalan kereta, jadi optimistis lah bahwa ekonomi lebih baik," tegasnya.
Pesan kedua, Komitmen (K), menekankan peran Bank Indonesia sebagai jangkar stabilitas melalui bauran kebijakan yang komprehensif. Perry memastikan bahwa BI tidak hanya fokus pada pengendalian moneter, tetapi juga inklusivitas ekonomi.

"BI komitmen will do our best merumuskan bauran kebijakan jaga stabilitas dan dorong ekonomi berkelanjutan melalui bauran di moneter, makroprudensial, ekonomi kerakyatan, dan berbagai hal di moneter," ujar Perry.
Pesan terakhir, Sinergi (S), menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Perry menekankan bahwa koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal kini menjadi lebih erat daripada sebelumnya untuk memastikan kebijakan pemerintah selaras dengan stabilitas pasar.

"Kami terus membangun dan semakin erat antara moneter dan fiskal. Sinergi kebijakan BI dan fiskal yang erat," tambahnya.

Melalui peluncuran LPI 2025 ini, Bank Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari akademisi hingga pelaku usaha, untuk bahu-membahu menjaga momentum pertumbuhan nasional di tengah tantangan global yang masih dinamis.(okezone.com)
Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.