Berita satu.com
Job Fair 2025 yang digelar di Hotel Howard Johnson, Kota Pekalongan, pada 27â€"28 Agustus 2025, menjadi magnet bagi ribuan pencari kerja. Sebanyak 42 perusahaan membuka 1.722 lowongan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD hingga magister, termasuk peluang untuk penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, menegaskan agenda tahunan ini dirancang untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja.
“Harapannya para pencari kerja bisa memanfaatkan momen ini untuk melamar sesuai minat dan kompetensinya, sehingga peluang diterima semakin besar. Target kami minimal 50% dari peserta bisa terserap,” ujar Betty, Rabu (27/8/2025).
Hingga Rabu pagi, tercatat 893 pendaftar online, belum termasuk yang mendaftar langsung di lokasi. Mayoritas peserta berasal dari lulusan SMA/SMK, kelompok yang setiap tahun menyumbang angka pengangguran baru. Pada Agustus 2024, tingkat pengangguran terbuka di Kota Pekalongan tercatat 4,98%, dengan sekitar 9.000 orang belum bekerja.
Dengan jumlah lowongan mencapai 1.722 posisi, persaingan diprediksi ketat. Data sementara menunjukkan mayoritas pelamar berusia 18â€"20 tahun (1.185 orang), diikuti usia 21â€"39 tahun (121 orang), usia 40â€"50 tahun (24 orang), dan di atas 50 tahun (1 orang).
Lowongan terbuka untuk berbagai jenjang pendidikan: SD (275), SMP (619), SMA/SMK (668), Diploma (97), Sarjana (63), serta peluang khusus untuk penyandang disabilitas. Dari sisi pendaftar, sementara tercatat 5 orang lulusan SD, 10 lulusan SMP, 701 lulusan SMA/SMK, 94 lulusan Diploma, 511 lulusan S-1/D-4, dan 10 lulusan magister.
“Meski tidak semua bisa terserap, job fair tetap menjadi instrumen penting menekan angka pengangguran. Setiap perusahaan punya standar masing-masing, tapi kesempatan ini harus dimanfaatkan maksimal oleh pencari kerja,” tambah Betty.
Salah satu perusahaan yang membuka rekrutmen adalah PT Eka Mas Republik (MyRepublic), penyedia layanan internet (ISP). Ferry, HRD MyRepublic, menepis anggapan bahwa job fair hanya formalitas.
“Tidak semua perusahaan datang sekadar hadir. Bagi kami, ini benar-benar ajang mencari kandidat yang tepat. Mencari orang yang mau dan mampu bekerja itu tidak mudah,” kata Ferry.
Tahun ini, MyRepublic membuka 50 posisi sales lapangan untuk memperluas jangkauan pelanggan. Ferry menegaskan perusahaan akan memanggil kandidat sesuai kualifikasi. “Kalau profilnya cocok, pasti kami panggil. Jadi bukan formalitas,” tambahnya.
Sementara itu, para pencari kerja muda menunjukkan antusiasme tinggi. Elsa Rahmaniar (19), lulusan jurusan perhotelan tahun 2024, mengaku melamar untuk mencari pengalaman sekaligus pekerjaan.
“Saya daftar di bidang hotel, sesuai dengan skill perhotelan yang saya pelajari. Sebelumnya saya pernah kerja di mall sebagai SPG, tapi sudah resign sebulan lalu,” ungkap Elsa.
Namun, ia juga menyoroti tantangan kriteria rekrutmen di sektor hospitality. “Biasanya ada syarat tidak boleh pakai kerudung, harus make up, tinggi badan juga jadi pertimbangan. Itu tantangan buat saya,” ujarnya.***(Berita satu.com)
Sumber: Berita satu.com
Ekbis