Rabu, 27 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Kejar Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel, SKK Migas Eksplorasi 39 Sumur di 2026

Berita

Kejar Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel, SKK Migas Eksplorasi 39 Sumur di 2026

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 04 Feb 2026 16:00
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mengejar target lifting minyak yang dicanangkan Kementerian ESDM mencapai 610 ribu barel per hari pada 2026. Sejumlah sumur potensial pun yang tersebar di Indonesia dimaksimalkan sumber dayanya.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja, Rikky Rahmat Firdaus mengatakan upaya pengeboran sumur eksplorasi menjadi satu hal yang signifikan. SKK Migas lantas memetakan aktivitas eksplorasi di sebanyak 39 sumur minyak pada 2026. 

Kata dia, sumur-sumur minyak potensial ini memiliki cadangan sumber daya melimpah. Eksplorasi seturut penemuan cadangan yang dilakukan beberapa tahun terakhir.

"Dan ada 5 kegiatan yang kami harapkan dan mohon doa dari Bapak dan Ibu semua, sumur-sumur yang ada di Sumatera, ada di lepas pantai Natuna, ada di Laut Arafura, maupun di Jawa, untuk bisa memberikan hasil positif dengan temuan-temuan yang kita nilai bisa menjadi bagian dari big fsh ataupun giant discovery," kata Rikky dalam acara diskusi daring, Rabu (4/1/2026).

Rikky memaparkan SKK Migas menemukan 301 struktur yang berpotensi jadi kilang minyak. Dari jumlah itu, sebanyak 79 struktur sudah dalam proses penentuan status eksplorasi atau PSE, dengan potensi 259 Million Barrels of Oil (MMBO) dan 3,9 Trillion Cubic Feet (TCF).

Dalam konteks idle wells (sumur menganggur), SKK Migas memetakan potensi cadangan minyak dari 4.500 yang tersebar. Rinciannya adalah sebanyak 4.200 milik Pertamina, dan sisinya kepemilikan swasta.

"Ini yang harapan kami, apa yang dilalui pada 2024 maupun 2025 dengan temuan di Andaman maupun di Kutai Basin, akan diikuti dari wilayah lain," katanya.

Menurut Rikky, pemanfaatan atas penemuan sumur baru atau sumur minyak eksisting menjadi penting terus dilakukan karena tren belakangan menunjukkan penurunan sumber daya.

"Kami melihat bahwa penurunan alamiah produksi di lapangan-lapangan tua dengan decline hampir 3,9 persen sampai 4,5 persen harus kami tahan dengan sangat masifnya kegiatan eksplorasi di Indonesia," kata dia.(okezone.com)
Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.