Rabu, 15 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Ketapang Permai Dinilai Layak Jadi Sentra Perdagangan Baru, Perputaran Ekonomi Diprediksi Rp1 Triliun per Tahun

Ekbis

Ketapang Permai Dinilai Layak Jadi Sentra Perdagangan Baru, Perputaran Ekonomi Diprediksi Rp1 Triliun per Tahun

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 15 Jul 2026 13:15
SELATPANJANG-Desa Ketapang Permai, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Provinsi Riau. Kehadiran kawasan perdagangan baru di desa tersebut diyakini mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap Kota Selatpanjang yang selama ini menjadi satu-satunya pusat perdagangan dan perbelanjaan utama di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Gagasan tersebut disampaikan Ketua Koperasi Desa Merah Putih Ketapang Permai, Shem Fatamorgana, usai menggelar diskusi internal bersama awak media, Rabu (15/7/2026). Menurutnya, kawasan pesisir Selat Asam, khususnya Desa Ketapang Permai, memiliki letak geografis yang sangat strategis untuk dikembangkan sebagai sentral ekonomi yang melayani masyarakat Kecamatan Merbau, Pulau Merbau, dan Tasik Putri Puyu.


Ia menjelaskan, selama puluhan tahun masyarakat dari tiga kecamatan tersebut harus menempuh perjalanan ke Selatpanjang untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok maupun aktivitas perdagangan. Kondisi itu dinilai menyebabkan tingginya biaya transportasi, waktu tempuh yang panjang, serta berbagai risiko perjalanan.

"Apabila peta Kepulauan Meranti dibagi menjadi dua kawasan, maka Selatpanjang berada di zona timur. Karena itu, sudah saatnya masyarakat di 35 desa yang tersebar di Kecamatan Merbau, Pulau Merbau, dan Tasik Putri Puyu memiliki pusat perdagangan sendiri di zona barat. Langkah ini akan memangkas biaya transportasi, menghemat waktu, sekaligus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Shem.


Menurutnya, gagasan tersebut bukan sekadar wacana, melainkan lahir dari hasil analisis, survei lapangan, kajian ilmiah, serta pengalaman mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan inovasi yang difasilitasi Dinas Koperasi. Sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih Ketapang Permai, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Shem mengatakan, inovasi yang dirancang juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya hilirisasi dan penguatan ekonomi kerakyatan yang menjadi bagian dari program pembangunan pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Dalam setiap pelatihan kami didorong untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dari berbagai konsep yang kami susun, saya memilih gagasan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan Desa Ketapang Permai, tetapi juga dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat di 35 desa melalui pembangunan pusat perbelanjaan terbesar kedua di Kepulauan Meranti setelah Selatpanjang," jelasnya.

Selain menjabat sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih Ketapang Permai, Shem yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Kepulauan Meranti menilai Ketapang Permai memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya layak dijadikan kawasan ekonomi baru.

Ia menyebut sedikitnya terdapat 13 indikator yang menjadi dasar penilaiannya, mulai dari ketersediaan lahan, sumber air bersih, kesiapan pelaku usaha dan calon investor lokal, armada kapal pengangkut yang memadai, transportasi penyeberangan, letak geografis yang strategis, potensi komoditas lokal, sumber daya manusia yang mumpuni, tingginya toleransi masyarakat, rendahnya angka kriminalitas, ketersediaan tenaga kerja, hingga posisi desa yang berada di jalur lintas kecamatan dan lintas kabupaten.

"Seluruh indikator tersebut diperoleh melalui hasil survei, analisis lapangan, serta materi yang kami terima selama mengikuti bimbingan teknis. Karena itu saya menilai Ketapang Permai memiliki kelengkapan potensi untuk menjadi sentra ekonomi baru di wilayah barat Kepulauan Meranti," katanya.

Pria yang memiliki nama lengkap Samsir Ibrahim itu berharap gagasan tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Pemerintah Provinsi Riau, hingga pemerintah pusat. Menurutnya, dukungan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya menjadi faktor penting dalam merealisasikan kawasan ekonomi tersebut.

Ia memperkirakan, apabila pusat perdagangan itu terwujud, maka potensi transaksi ekonomi masyarakat akan mencapai sekitar Rp3 miliar per hari atau setara Rp1 triliun per tahun. Perhitungan tersebut didasarkan pada jumlah penduduk di tiga kecamatan yang mencapai sekitar 50.653 jiwa dengan berbagai kebutuhan konsumsi dan aktivitas perdagangan.

"Kami berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat dapat menjadikan gagasan ini sebagai salah satu prioritas pembangunan. Dukungan berupa pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas penunjang lainnya akan menjadi fondasi penting," ungkapnya.

Ia meyakini bahwa perputaran ekonomi di tingkat masyarakat merupakan kekuatan utama dalam memperkokoh perekonomian daerah maupun nasional.

"Dengan jumlah penduduk sekitar 50.653 jiwa, potensi transaksi ekonomi diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp3 miliar setiap hari atau mendekati Rp1 triliun dalam satu tahun apabila pusat perdagangan zona barat dibangun di Desa Ketapang Permai,"(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/ketapang-permai-dinilai-layak-jadi-sentra-perdagangan-baru-perputaran-ekonomi-diprediksi-rp1-triliun-per-tahun.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki