Selasa, 12 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Kisah Mantan Personil TNI di Riau, Dulu Gagah Berani Kini Hancur Akibat Kecanduan Narkoba.

Kisah Mantan Personil TNI di Riau, Dulu Gagah Berani Kini Hancur Akibat Kecanduan Narkoba.

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 12 Mei 2026 16:50
PEKANBARU - Keberadaan narkoba di Riau semakin mengakhawatirkan.

Narkoba menyasar semua kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga aparat penegak hukum hingga pejabat yang seharusnya menjadi percontohan disiplin.

Seperti Albusra berusia 54 tahun pensiunan pasukan TNI Angkatan Laut yang harus mengajukan pensiun dini karena sakit akibat kecanduan narkoba.




Matanya sudah cekung, badan kurus dan ngomong sudah tidak lurus dan tidak jelas lagi kalimat yang keluar dari mulut mantan prajurit kebanggaan yang sudah melanglang buana tugas menjaga perairan laut tanah air itu.

Albusra pernah bertugas di KRI, dan Lanal Tanjung Balai Karimun, serta tugas terakhir di Kota Padang.

Diusianya 52 tahun ia diminta keluarganya untuk mengajukan pensiun dini, karena mulai sakit, akibat pengaruh kecanduan narkoba.

Sejak pensiun, Albusra menjalani rehabilitasi narkoba di sebuah pondok pesantren rehabilitasi narkoba di Riau.

Albusra berkisah, awalnya mulai kenal narkoba diusianya yang masih produktif, yakni 20 tahun dan masih baru lulus di TNI Angkatan Laut.



"Untuk hiburan saja awalnya, pokoknya enak-enak saja,"ujarnya bercerita.

Ia mulai mengenal ekstasi saat dinasnya di KRI, saat pendaratan dan mencari barang tersebut, singgah di tempat hiburan malam.samnil mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.

"Mulai kenal narkoba usia 20 tahun masa dinas, kalau bersiar malam untuk hiburan, lebih seringnya pil ekstasi dan sabu sesekali, makai sabunya di rumah kawan, sebentar saja, sudah itu pergi langsung ke kapal,"ujar Albusra.

Kebiasaan itu, terus dilakukan Albusra, setiap beli biasanya ia menyiapkan uang 200 ribu hingga 300 ribu, ia pun sudah mengetahui tempat beli barang haram tersebut setelah sering mengkonsumsinya.



"Ternyata lama-kelamaan saya jadi kecanduan, kalau tidak konsumsi itu saya jadi lemas dan ketergantungan,"ujar Albusra.

Sejak saat itulah, Albusra jadi ketergantungan bahkan bisa menghabiskan sehari 600 ribu, akibatnya uang untuk keluarga tidak ada dikirim, rumah tangganya sempat berantakan akibat itu.

"Pokoknya ada 150 ribu saya kejar teman untuk bisa dapatkan obatnya, kalau tidak pakai badan saya lemas, setelah dipakai baru segar kembali,"ujarnya.



Bahkan di kapal pun, Albusra sempat nyuri-nyuri kesempatan untuk bisa konsumsi barang haram itu, saat itu setiap hari Albusra harus mengkonsumsi narkoba untuk bisa tenang.

Kondisi ini berlangsung lama, hingga ia mulai merasakan dampak yang cukup berat, diusianya memasuki 50 tahun, badannya terus mengalami sakit dan sudah beberapa kali berobat namun tidak sembuh.

Sehingga berdasarkan saran Abang iparnya yang kebetulan dokter, menyarankan untuk mengajukan pensiun dini, dan disarankan untuk menjalani rehabilitasi narkoba.



"Banyak dosa saya, makanya saya masuk rehab mau taubat, untungnya keluarga masih menerima saya, anak masih bisa menerima saya dan ada juga teman yang lain yang bantu anak-anak saya sekolah,"ujar Albusra.

Penyesalan terbesarnya tidak cepat sadar, meskipun ia bersyukur saat ini sudah menyadari apa yang dilakukan selama ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

"Sekarang nyesal dan memang bahaya, berantakan rumah tangga dan anak. Kalau lama-lama terus berlanjut maka akan hancur, untung saya cepat sadar dan taubatnya,"ujarnya.

Saat ini sudah empat tahun Albusra menjalani rehabilitasi narkoba dan punya keinginan besar setelah normal nanti bisa hidup normal dan bisa buka usaha untuk kehidupan keluarganya.

"Saya sudah empat tahun di rehab, saya pesankan kepada yang masih muda, jangan memaksakan diri untuk narkoba, nanti akan hancur, dan jangan sampai ikut coba-coba. Hiduplah sehat jauhi narkoba,"ujarnya masih memiliki harapan untuk sembuh.



Bahkan di kapal pun, Albusra sempat nyuri-nyuri kesempatan untuk bisa konsumsi barang haram itu, saat itu setiap hari Albusra harus mengkonsumsi narkoba untuk bisa tenang.

Kondisi ini berlangsung lama, hingga ia mulai merasakan dampak yang cukup berat, diusianya memasuki 50 tahun, badannya terus mengalami sakit dan sudah beberapa kali berobat namun tidak sembuh.

Sehingga berdasarkan saran Abang iparnya yang kebetulan dokter, menyarankan untuk mengajukan pensiun dini, dan disarankan untuk menjalani rehabilitasi narkoba.



"Banyak dosa saya, makanya saya masuk rehab mau taubat, untungnya keluarga masih menerima saya, anak masih bisa menerima saya dan ada juga teman yang lain yang bantu anak-anak saya sekolah,"ujar Albusra.

Penyesalan terbesarnya tidak cepat sadar, meskipun ia bersyukur saat ini sudah menyadari apa yang dilakukan selama ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

"Sekarang nyesal dan memang bahaya, berantakan rumah tangga dan anak. Kalau lama-lama terus berlanjut maka akan hancur, untung saya cepat sadar dan taubatnya,"ujarnya.

Saat ini sudah empat tahun Albusra menjalani rehabilitasi narkoba dan punya keinginan besar setelah normal nanti bisa hidup normal dan bisa buka usaha untuk kehidupan keluarganya.

"Saya sudah empat tahun di rehab, saya pesankan kepada yang masih muda, jangan memaksakan diri untuk narkoba, nanti akan hancur, dan jangan sampai ikut coba-coba. Hiduplah sehat jauhi narkoba,"ujarnya masih memiliki harapan untuk sembuh.(tribunpekanbaru).


Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/riau-region/1105070/kisah-mantan-personil-tni-di-riau-dulu-gagah-berani-kini-hancur-akibat-kecanduan-narkoba

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.