Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • MSCI Pangkas Bobot Saham, DSSA Langsung ARB 15 Persen

Ekonomi,

MSCI Pangkas Bobot Saham, DSSA Langsung ARB 15 Persen

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 21 Agu 2025 09:28
okezone.com
Saham emiten milik Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), anjlok pada perdagangan Kamis (21/8/2025) pagi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.12 WIB, saham DSSA jatuh hingga batas auto rejection bawah (ARB) 15 persen. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp439,91 miliar.

Sejak awal 2025 (YtD), saham DSSA sudah melonjak 112 persen.

Dalam keterangan di website resmi, pada 20 Agustus 2025, MSCI memutuskan tetap memasukkan saham DSSA dalam indeks MSCI Indonesia pada hasil review Agustus 2025. Namun, bobot saham DSSA akan disesuaikan setelah lembaga penyusun indeks global itu menetapkan faktor penyesuaian khusus.

Dalam pengumumannya, MSCI menyebutkan keputusan ini diambil berdasarkan masukan dari pelaku pasar terkait ketidakpastian free float saham DSSA. Mengingat bobot proforma DSSA yang signifikan dalam indeks, MSCI akan menerapkan adjustment factor sebesar 0,5 terhadap Foreign Inclusion Factor (FIF) saham tersebut.

Dengan langkah ini, FIF DSSA yang semula 0,25 atau 25 persen akan direvisi menjadi 0,13 atau 13 persen. Perubahan tersebut akan mulai tercermin dalam Advanced Corporate Event (ACE) Files pada 21 Agustus 2025.

“MSCI akan terus memantau perkembangan Dian Swastatika Sentosa dan akan memberikan pembaruan sebelum review indeks November 2025,” kata pihak MSCI.

Sebagai informasi, DSSA, bersama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik Prajogo Pangestu, masuk MSCI Global Standard Indexes dalam review per Agustus ini.

Stockbit menjelaskan pada Kamis (21/8), pengumuman tersebut tetap menegaskan masuknya DSSA ke dalam indeks MSCI. Penerapan faktor penyesuaian 0,5 pada FIF hanya berdampak pada penurunan bobot (downweighting) awal DSSA dalam perhitungan indeks MSCI.

“Penyesuaian tersebut menyebabkan potensi arus dana berkurang hingga sekitar 50 persen dari perkiraan awal,” kata Tim Stockbit.

MSCI adalah penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi dunia. Masuknya sebuah saham ke indeks MSCI penting karena bisa menarik arus dana asing, meningkatkan likuiditas, serta memengaruhi sentimen dan harga saham terkait.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU " Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS " Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.