Minggu, 07 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Pasokan Langka, Jengkol di Bekasi Nyaris Seharga Daging Sapi

Ekonomi,

Pasokan Langka, Jengkol di Bekasi Nyaris Seharga Daging Sapi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 04 Agu 2025 13:53
Berita satu.com
Harga jengkol di Kabupaten Bekasi melonjak drastis hingga mendekati harga daging sapi. Di sejumlah pasar tradisional, jengkol kini dijual Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram akibat pasokan yang langka.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir.

"Harga jengkol saat ini lebih kepada mendekati harga daging ya. Lebih mahal dari harga daging ayam, mendekati harga daging sapi," kata Helmi, Senin (4/8/2025).

Menurutnya, kelangkaan terjadi karena petani belum memasuki masa panen, sehingga stok di pasar menipis.

"Sementara yang kita dapat dari para bandar jengkol, itu langka. Belum berbuah lagi, masih berbunga," jelasnya.

Helmi menambahkan, pasokan jengkol di Kabupaten Bekasi biasanya berasal dari Lampung, Bengkulu, Jawa, serta produksi lokal. Namun, kondisi di semua wilayah saat ini sama, belum memasuki panen.

Meski harga jengkol meroket, Helmi mengatakan komoditas ini tidak masuk kategori barang pokok, sehingga tidak memengaruhi angka inflasi daerah. Namun, kenaikan harga tetap berdampak pada pedagang kuliner, termasuk warung nasi uduk yang kerap menyajikan semur jengkol.

"Kita sudah koordinasi ke bandar jengkol, kondisi ini sampai kapan. Apakah akan seterusnya, ternyata tidak. Sekarang lagi musim berbunga mau panen. Mungkin 2 bulan ke depan sudah panen, bulan Agustus akhir lah," ungkapnya.

Idham (48), pedagang jengkol di Pasar Tambun, mengakui harga melonjak dari Rp 60.000 menjadi Rp 100.000 per kilogram .Pembeli kini sepi dan kebanyakan hanya membeli dalam jumlah kecil.

"Kalau langganan sih masih tetap beli, tetapi dikurangi. Dari yang biasanya beli 5 kilogram, jadi 3 kilogram," jelas Idham.

Sementara itu, Nur (56), pedagang nasi uduk di Cikarang Barat, mengaku berhenti menyajikan semur jengkol karena harganya mahal dan sulit didapat.

"Banyak yang nanyain sih, tetapi gimana, harganya sudah mahal," ungkap Nur.

Nur berharap harga jengkol bisa kembali normal agar pelanggan bisa menikmati kembali menu andalan di warungnya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Sabtu, 06 Jun 2026 16:43

    Plt Gubri Minta Pohon Sudah Ditanam di Kawasan Stadion Utama Harus Dirawat

    PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau agar tidak menjadikan kegiatan menanam pohon hanya sebatas kegiatan

  • Sabtu, 06 Jun 2026 15:45

    Laka Maut Toyota Hiace Seruduk Belakang Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, Lima Orang Meninggal Dunia

    PEKANBARU - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai KM 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.Peristiwa tersebut melibatkan

  • Sabtu, 06 Jun 2026 15:32

    Catat! Prabowo Ingatkan Kembali Jajarannya untuk Tidak Korupsi

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berulang kali berpesan kepada seluruh jajarannya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Bahkan, tugas berat saat ini adalah harus melawan korupsi.Pesan Prabow

  • Sabtu, 06 Jun 2026 15:14

    Dikirimkan berita Puspen TNI, terimakasih atas bantuannya.

    Wapang TNI Tinjau Yonif TP 842/Badak Sakti, Dukung Pertahanan dan Ekonomi Daerah (Puspen TNI). Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R didampingi Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa d

  • Sabtu, 06 Jun 2026 15:06

    Pria 47 Tahun Cabuli Bocah Laki di Cikarang Barat Jadi Tersangka

    Jakarta - Polisi menangkap pria berinisial N (47) usai mencabuli seorang bocah laki-laki di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.Kapolres Metro

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.