Rabu, 29 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Peluang Ekspor Terbuka, Uni Eropa Akui Sawit RI Sebagai Produk Berkelanjutan

Ekonomi,

Peluang Ekspor Terbuka, Uni Eropa Akui Sawit RI Sebagai Produk Berkelanjutan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 04 Agu 2025 15:38
okezone.com
Uni Eropa kini secara resmi mengakui kelapa sawit Indonesia sebagai komoditas berkelanjutan (sustainable commodity).
Pengakuan ini menjadi peluang besar untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor sawit nasional ke Benua Biru.

Sebelumnya, produk sawit Indonesia digugat di World Trade Organization (WTO) sebagai produk yang tidak ramah lingkungan.

"Jadi, yang menjadi komitmen Uni Eropa adalah pertama, mengakui sawit kita sebagai komoditas yang sustainable, yang berkelanjutan. Itu yang penting," ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, saat ditemui usai acara Sosialisasi & Persiapan Perjanjian Politik IEU-CEPA dan Kerangka Perdagangan Indonesiaâ€"AS di Menara Kadin, Senin (4/8/2025).

Djatmiko menilai, ke depannya potensi pasar sawit di Uni Eropa akan semakin terbuka lebar, mengingat produk ini dalam kesepakatan Indonesiaâ€"European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) juga akan dibebaskan dari pengenaan tarif.

"Kita memproyeksikan ke depannya potensi pasar sawit di Uni Eropa itu akan semakin terbuka. Kita harapkan ini bisa meningkatkan kinerja ekspor sawit kita dan turunannyaâ€"kan ada CPO dan lain-lain," tambahnya.

Djatmiko menjelaskan, pengakuan Uni Eropa saat ini merupakan hasil dari proses panjang negosiasi perdagangan, termasuk pembahasan dalam perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesiaâ€"Uni Eropa (Indonesiaâ€"EU Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA).

"Dengan pengakuan ini, kami berharap ekspor sawit dan turunannya bisa lebih kompetitif di pasar Eropa, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia," pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Uni Eropa mengeluarkan kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II), yang membatasi penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku biofuel dengan alasan isu lingkungan dan deforestasi.

Kebijakan tersebut akhirnya menghambat akses pasar sawit Indonesia di Eropa karena dinilai tidak sesuai dengan standar dan prinsip keberlanjutan yang diterapkan oleh negara-negara di Eropa.***(Riau Aktual.com)
Sumber: okezone.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Jul 2026 13:54

    Sinergi Pemprov Riau dan TNI-Polri Jaga Ketahanan Energi Nasional

    PEKANBARU - Menjaga stabilitas kawasan dan menjamin kelancaran produksi objek vital nasional di wilayah yang luas tidak lagi bisa ditangani oleh satu lembaga secara mandiri. Menyadari tantangan terseb

  • Rabu, 29 Jul 2026 13:50

    Nasabah BCA Tuntut Ganti Rugi, Dana Rp2,58 Miliar Pindah Tanpa Otorisasi

    JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mulai menyidangkan perkara gugatan perdata dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang menyeret PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan jajaran direksinya Senin (27/

  • Rabu, 29 Jul 2026 13:42

    Bawa Fitur Kamera 360, Suzuki XL7 Hybrid Resmi Meluncur di Riau

    PEKANBARU - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi meluncurkan pembaruan mobil Sport Utility Vehicle (SUV) 7-penumpang, Suzuki XL7. Peluncuran lini kendaraan roda empat ini dilakukan bertepatan dengan

  • Rabu, 29 Jul 2026 13:35

    Sisihkan 90 Ribu Pendaftar, 7.555 Mahasiswa Baru Universitas Riau Ikuti PKKMB 2026 di Pekanbaru

    PEKANBARU - Sebanyak 7.555 mahasiswa baru resmi memulai perjalanan akademiknya di Universitas Riau (Unri). Mereka mengikuti pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026

  • Rabu, 29 Jul 2026 13:27

    'Bonus Jangan Ditunda Lagi', Pelatih Senam Riau Ancam Viralkan Kisruh ke Tingkat Nasional

    PEKANBARU - Kekecewaan kontingen Riau atas tertundanya pencairan sisa bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara dan Peparnas 2024 semakin memuncak. Ratusan atlet dan pelatih menjadwa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki