Rabu, 27 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Purbaya Prediksi Ekonomi RI 2025 di Bawah Target, Tumbuh 5,1 Persen

Berita

Purbaya Prediksi Ekonomi RI 2025 di Bawah Target, Tumbuh 5,1 Persen

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 04 Feb 2026 09:58
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,1 persen. Angka pertumbuhan ekonomi ini sedikit di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

APBN 2025 menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. Sementara Purbaya memprediksi angka pertumbuhan 2025 berkisar 5,1 persen.

“Mendekati 5,2 persen, 5,1 persenlah. Ada kemungkinan (di bawah target APBN),” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa 3 Februari 2026

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025,  Purbaya optimistis 5,45 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rekor pertumbuhan ekonomi pada kuartal-kuartal sebelumnya.

“Kalau saya segitu-gitu aja, 5,45 persen kan, kuartal IV doang,” katanya.

Purbaya soal Ekonomi Indonesia 2026
Sementara untuk tahun 2026, Purbaya percaya diri pertumbuhan ekonomi bakal bergerak lebih pesat. Strateginya berfokus pada menggerakkan dua mesin pertumbuhan secara bersamaan, yaitu sektor pemerintah dan swasta.

Purbaya merujuk pada kinerja perekonomian pada pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang banyak didorong oleh sektor swasta. Perekonomian relatif tumbuh positif meski pemerintah cenderung bergerak secara pasif.

Sedangkan pada masa kepemimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), menurut dia, partisipasi sektor swasta relatif lebih landai karena kebijakan moneter saat itu kurang mendukung sektor swasta.

Oleh sebab itu, Purbaya berpendapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi perlu menggerakkan kedua mesin secara bersamaan.

Secara paralel, Purbaya juga terus memperbaiki iklim usaha, seperti membereskan hambatan investasi (debottlenecking) melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada investor soal keamanan berinvestasi di Indonesia.

“Setelah itu, saya pikir mencapai pertumbuhan di atas 6 persen tidak akan terlalu sulit. Jadi kami memaksimalkan semua mesin pertumbuhan ekonomi agar ekonomi bisa tumbuh pada kapasitas penuhnya,” tutur Purbaya. (okezone.com)
Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.