Kamis, 09 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Brankas Rahasia di Kafe Cipete dan Sentul Simpan Emas 74 Kg Serta Uang Ratusan Miliar

hukrim

Brankas Rahasia di Kafe Cipete dan Sentul Simpan Emas 74 Kg Serta Uang Ratusan Miliar

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 09 Jul 2026 08:36
JAKARTA - Penelusuran aliran dana kotor dari tiga mega skandal dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan perusahaan BUMN membuahkan hasil fantastis. Tim gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menemukan harta timbunan senilai ratusan miliar yang disembunyikan dalam brankas rahasia.

Kasus ini merupakan hasil dari 2 laporan polisi yang mengusut 3 objek perkara korupsi besar. Pertama, dugaan korupsi terkait pasokan batu bara yang berhubungan dengan pemadaman listrik (blackout) di lingkungan PT PLN (Persero) di Sumatera. Kedua, dugaan korupsi dalam penanganan perkara PT Asabri (Persero) dan Asuransi Jiwasraya periode 2020�"2025. Ketiga, dugaan TPPU dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak perusahaan BUMN Krakatau Steel (KS) pada periode 2020-2025.

Temuan Fantastis di Sentul

Puncak penggeledahan terjadi di sebuah Rumah di Sentul, tepatnya di Perumahan Bogor Golf Hijau, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Dalam operasi yang berlangsung hingga Kamis (9/7/2026) dini hari pukul 02.40 WIB, sejumlah petugas bersenjata lengkap menjaga ketat lokasi.

Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto yang didampingi Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto membeberkan isi temuan brankas rahasia di balik dinding bermotif kayu warna cokelat tersebut.


"Ditemukan brangkas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," urai Irjen Totok Suharyanto.

Selain 74 kilogram emas batangan dan uang asing dalam pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan Singapura yang jika dalam rupiah juga ditaksir sekitar Rp 282,4 miliar atau Rp 282,4 M, petugas menyita sejumlah barang lain.

"Kemudian kita juga telah melakukan penciptaan beberapa dokumen-dokumen, termasuk handphone. Kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas," jelas Totok.

"Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan," imbuhnya.

Saat ditanya terkait kepemilikan rumah tersebut, Totok belum memberikan rincian pasti.

"Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," ungkapnya.

"Tadi sudah dijelaskan, nanti secara detail akan kita sampaikan setelah seluruhnya proses penyidikan dilakukan," sambung Totok.

Brankas Tertanam di Dinding Kafe
Sebelum menyita harta di Sentul, tim kepolisian telah lebih dulu membongkar brankas di Kafe de’Clan Signature (juga disebut Cafe de'Clan atau The Club) yang berlokasi di kawasan Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Pintu brankas berwarna abu-abu yang dilengkapi tombol kode warna hitam itu ditemukan tertanam di dinding salah satu sudut kafe.

"Tadi mungkin juga sudah ada ya dokumentasi tentang brankas yang ini. Ya memang itu terselubung di balik satu lemari, ada suatu brankas dan ini sudah dibuka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto di lokasi, Rabu (8/7/2026).

Dari brankas tersebut, uang pecahan rupiah dan valuta asing senilai puluhan miliar berhasil diamankan.

"Untuk penggeledahan di lokasi The Club, jadi untuk penggeledahan di lokasi The Club kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone," papar Irjen Totok Suharyanto.

"Kemudian untuk uang yang kita sita SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD. Kemudian USD 889.965. Kemudian uang tunai Rp 259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi de'Clan," rinci Totok.

Daftar 12 Lokasi Penggeledahan
Kombes Budi Hermanto menegaskan, rangkaian tindakan hukum ini untuk mengumpulkan barang bukti.

"Kegiatan penggeledahan dilakukan oleh tim gabungan," sebutnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Victor Dean Mackbon yang turut memimpin penyitaan menjelaskan skala operasi awal.

"Langkah-langkah yang kami lakukan pada hari ini, kami melakukan upaya di dalam pemenuhan alat bukti di kira-kira delapan lokasi yang kami lakukan penggeledahan. Yang mana di hadapan rekan-rekan hari ini kami melakukan di dua titik, yaitu Cafe de'Clan dan juga Coin Money Changer," ujar Victor.

Budi Hermanto menambahkan detail penggerebekan yang awalnya disebut menyasar 8 lokasi, kini meluas hingga 12 lokasi secara serentak di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hingga Rabu (8/7) malam, penggeledahan rampung di 2 lokasi, menyisakan 10 lokasi penggeledahan lainnya. Berikut rinciannya:

* Kafe de’Clan Signature di Cipete, Jaksel
* Koin Money Changer (Coin Money Changer) di Cipete Selatan, Jaksel
PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat
* PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara
* PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat
* Rumah Sdr. MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan
* Rumah Sdr. TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
* Kantor/Grup DMG / CP, Kuningan, Jakarta Selatan
* PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan
* Rumah Sdr. DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan
* Rumah Sdri. MILDK, Apartemen Pacific Place, Jakarta Selatan
* Rumah di Sentul, Kabupaten Bogor
Totok Suharyanto memastikan operasi kolosal ini dijalankan dengan teliti.

"Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025," urainya.

Pengusutan kasus yang menggerogoti uang negara ini mendapat pantauan langsung dari pucuk pimpinan negara.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," tegas Budi Hermanto.

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," tambahnya.

Ia juga menegaskan dasar target operasi tim kepolisian.

"Ada tiga objek terkait tentang blackout PLN batu bara, tentang dugaan di Asabri, serta Krakatau Steel. Sehingga dari proses penyelidikan dan penyidikan menuju kepada delapan titik yang tadi disampaikan, beberapa yang dilaksanakan tempat penggeledahan," tutup Budi Hermanto (goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/brankas-rahasia-di-kafe-cipete-dan-sentul-simpan-emas-74-kg-serta-uang-ratusan-miliar.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor