Kamis, 09 Jul 2026
Peristiwa,
Dalkarhut Sumatera Keluarkan Peringatan Dini Waspada Karhutla Sepekan ke Depan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 09 Jul 2026 09:16
PEKANBARU - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan ini merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperlihatkan tingginya risiko kebakaran di sebagian besar wilayah Sumatera dalam sepekan ke depan.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto menjelaskan bahwa indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) saat ini menunjukkan angka yang perlu diwaspadai. Hal tersebut menjadi sinyal penting bagi semua pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah antisipasi sebelum titik api meluas.
"Prediksi BMKG menunjukkan dalam satu minggu ke depan tingkat kemungkinan kejadian kebakaran di Sumatera meningkat. Ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih waspada dan memperkuat upaya pencegahan sejak dini, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki lahan gambut," ujar Ferdian, Rabu (8/7/2026).
FFMC merupakan indeks acuan BMKG untuk mengukur tingkat kekeringan bahan bakar ringan di permukaan tanah, seperti humus, serasah daun kering, alang-alang, dan vegetasi setebal satu hingga dua sentimeter. Parameter ini dihitung berdasarkan suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, serta curah hujan. Semakin tinggi nilai indeks tersebut, semakin cepat api menjalar saat tersulut sumber panas.
"Ketika bahan bakar ringan di permukaan sudah mengering, percikan api sekecil apa pun bisa memicu kebakaran. Apalagi jika terjadi di lahan gambut, api dapat merambat hingga ke bawah permukaan sehingga proses pemadamannya jauh lebih sulit," terangnya.
Kondisi rawan ini terbukti dengan munculnya kebakaran lahan di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Rabu (8/7/2026). Api melahap areal penggunaan lain (APL) yang memiliki jenis tanah gambut dan dipenuhi vegetasi pakisan, semak belukar, hingga kelapa sawit.
Laporan Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru mencatat luas area yang terdampak mencapai satu hektare. Hingga operasi pemadaman hari pertama berakhir, tim gabungan baru berhasil menjinakkan api di area seluas 0,3 hektare.
Upaya pemadaman ini melibatkan personel gabungan dari Manggala Agni, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri. Petugas berjibaku mulai pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB menggunakan satu unit pompa Mini Striker dengan pola satu jalur untuk memotong kepala api, serta memanfaatkan sumber air dari kanal terdekat.
Karakteristik lahan gambut memberikan tantangan berat bagi para petugas. Bara api sering kali masih menyala di bawah permukaan tanah meskipun kobaran di atasnya sudah tidak terlihat.
"Pemadaman di lahan gambut membutuhkan waktu lebih lama karena api tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah. Oleh sebab itu, petugas akan terus melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada bara yang berpotensi memunculkan api kembali," paparnya.
Melihat situasi cuaca yang sangat mendukung terjadinya karhutla, masyarakat diminta tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Aktivitas sekecil apa pun yang memicu percikan api harus dihindari secara ketat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api. Pencegahan jauh lebih efektif daripada melakukan pemadaman setelah kebakaran terjadi," (goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/dalkarhut-sumatera-keluarkan-peringatan-dini-waspada-karhutla-sepekan-ke-depan.html
komentar Pembaca