Sabtu, 13 Jun 2026
Pemotor Asal Rohil Nekad Angkut 19 KG Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi
Admin
Selasa, 27 Okt 2020 14:09
Riauterkini.com
Tak main-main barang haram yang berasal dari Malaysia itu hanya dibawa menggunakan dua buah ransel dan digendong menggunakan sepeda motor oleh Rizki (23) yang merupakan warga Rokan Hilir.
di Simpang Manggala Juction, Kabupaten Rokan Hilir, Senin (26/10/20) pagi kemarin.
Kepala BNNP Riau Brigjen Pol Kennedy saat jumpa pers menjelaskan, pelaku berhasil diringkus setelah pihaknya mendapatkan informasi akan adanya penyelundupan narkoba ke wilayah Rohil dari wilayah Dumai.
"Atas informasi itu kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku. Kemudian kita lakukan pembuntutan," terangnya.
Kennedy mengatakan pihaknya sempat kehilangan jejak saat membuntuti pelaku. Lantaran pelaku melaju kencang menggunakan sepeda motornya. Namun berhasil ditemukan setelah melakukan pencarian.
Melihat pelaku, petugas langsung melakukan penangkapan.
"Keterangan tersangka ini merupakan kedua kalinya iya menjadi kurir sabu. Yang pertama Ia sempat berhasil mengantar sabu di wilayah Rokan Hilir," bebernya.
Untuk aksinya ini pelaku menerima upah sebesar Rp 15 juta sekali jalan. Dimana ia hanya menunggu arahan dari pelaku lain yang kini tengah diburu BNNP Riau. "Identitas pelaku lain sudah kita kantongi," ujar pria berkepala plontos itu.
Dari informasi awal, Kennedy menyebut barang haram yang digendong Riski menggunakan dua buah ransel itu berasal dari China yang bermuara di Malaysia. Kemudian masuk ke Riau lewat pelabuhan tikus di Dumai.
"Kita sedang periksa Riski untuk pengembangan lebih lanjut," tandasnya.
Kepala BNNP Riau Brigjen Pol Kennedy saat jumpa pers menjelaskan, pelaku berhasil diringkus setelah pihaknya mendapatkan informasi akan adanya penyelundupan narkoba ke wilayah Rohil dari wilayah Dumai.
"Atas informasi itu kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku. Kemudian kita lakukan pembuntutan," terangnya.
Kennedy mengatakan pihaknya sempat kehilangan jejak saat membuntuti pelaku. Lantaran pelaku melaju kencang menggunakan sepeda motornya. Namun berhasil ditemukan setelah melakukan pencarian.
Melihat pelaku, petugas langsung melakukan penangkapan.
"Keterangan tersangka ini merupakan kedua kalinya iya menjadi kurir sabu. Yang pertama Ia sempat berhasil mengantar sabu di wilayah Rokan Hilir," bebernya.
Untuk aksinya ini pelaku menerima upah sebesar Rp 15 juta sekali jalan. Dimana ia hanya menunggu arahan dari pelaku lain yang kini tengah diburu BNNP Riau. "Identitas pelaku lain sudah kita kantongi," ujar pria berkepala plontos itu.
Dari informasi awal, Kennedy menyebut barang haram yang digendong Riski menggunakan dua buah ransel itu berasal dari China yang bermuara di Malaysia. Kemudian masuk ke Riau lewat pelabuhan tikus di Dumai.
"Kita sedang periksa Riski untuk pengembangan lebih lanjut," tandasnya.
Sumber: Riauterkini.com
komentar Pembaca