Rabu, 29 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Polisi Tembak Guru, Ini Penjelasan Kapolres Rohul

Polisi Tembak Guru, Ini Penjelasan Kapolres Rohul

Laporan : Fahrin Waruwu
Rabu, 16 Sep 2015 21:54
Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, S.Ik, M.Hum

ROKAN HULU - Terkait penembakan seorang Guru Bantu (GB), tenaga honorer SMAN I Rambah Samo, Rohul Fahrur Raji (36) oleh oknum polisi yang terjadi Selasa (15/9),  sekitar pukul 02.30 Wib dini hari di Jalan Panglima Sulung, dekat Kantor DPRD Rohul, tepatnya di depan SMAN I Rambah akhirnya mulai menemui titik terang.

Hal itu langsung dijelaskan oleh Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono yang sempat tidak menjawab konfirmasi sejumlah media usai mengetahui kejadian penembakan tersebut.

Dijelaskan Kapolres, sebelum terjadinya penembakan, oknum guru tersebut sedang dikejar dan dikepung oleh warga Jalan Panglima Sulung, dekat Kantor DPRD Rohul, tepatnya di depan SMAN I Rambah. Pasalnya warga melihat ada gelagat mencurigakan pada diri oknum guru tersebut.

Selanjutnya,  guru tersebut melarikan diri, namun dihentikan oleh  masyarakat, karena lari warga mengejar sambil teriak maling.

Kapolres menambahkan, menurut keterangan warga, yang bersangkutan bersembunyi di lalang untuk melarikan diri, kemudian dikejar warga lagi, dan ditemukan disebuah gang, wargapun mengepung ramai-ramai.

Lalu, lanjut kapolres, ada  warga menghubungi pihak Polsek Rambah, kemudian anggota polsek Rambah ke TKP  mencari bersama-sama warga di tempat persembunyiannya lari.

Di saat itu juga, ada  informasi, bahwa guru tersebut  menyerang warga, anggota polisi yang bersama dengan warga, melepaskan tembakan peringatan satu kali. Tapi yang bersangkutan menyerang  warga di malam hari, dengan menggenggam sesuatu di dada yang tidak ketahui.

"Polisi sudah melakukan tembakan peringatan, tidak menyerahkan diri,  kemudian ditembak kakinya untuk dilumpuhkan karena menyerang, (dan tembakan) mengenai betis", jelas kapolres melalui sambungan salulernya Rabu (16/9/2015) malam sekira jam 21.00 Wib.

Dan saat disinggung tentang larangan mengambil foto, kapolres menjelaskan bahwa atas kejadian tersebut pihaknya masih dalam proses lidik.

" Bukan tidak boleh, yang bersangkutan ngomongnya belum sempurna dan tidak bisa diajak komunikasi, sejak tadi malam sampai sekarang masih meracau," pungkas Kapolres. (Fah)

Berita Terkait
  • Rabu, 29 Jul 2026 18:30

    Sambu Group Buka Ruang Kolaborasi Bersama PWI Riau

    Pekanbaru - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menerima kunjungan silaturahmi jajaran manajemen PT Pulau Sambu atau Sambu Group di Kantor PWI Riau, Rabu (29/07/2026). Pertemuan ters

  • Rabu, 29 Jul 2026 16:53

    Cari Bukti Baru, Polda Riau Segel Kantor LPSE Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrimsus Polda Riau menggeledah dan memasang garis polisi di kantor Bagian Pengadaan Barang dan Jasa atau Layanan Pengadaan Secara

  • Rabu, 29 Jul 2026 16:25

    Tiga Warisan Budaya Siak Diuji Jadi Cagar Budaya Nasional

    PEKANBARU - Tiga objek bersejarah kebanggaan masyarakat Kabupaten Siak selangkah lagi berpeluang menyandang status bergengsi di tingkat pusat. Istana Siak Asserayyah Al Hasyimiah, Balairung Sri (Balai

  • Rabu, 29 Jul 2026 16:23

    Pengawasan Publik Bagian Demokrasi', Gibran Tanggapi Kehadiran Menteri Bayangan

    JAKARTA - Lemahnya fungsi oposisi di parlemen memicu sejumlah tokoh masyarakat sipil dari kalangan akademisi dan pengamat untuk membentuk Kabinet Bayangan. Inisiatif yang bertujuan memperkuat pengawas

  • Rabu, 29 Jul 2026 16:19

    LHP BPK tak Dibagikan, Fraksi PDIP DPRD Pekanbaru Walkout

    PEKANBARU-Aksi walkout mewarnai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Pekanbaru bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rabu (29/7/2026). Langkah tegas ini diambil Fraksi PDI Perjuangan lant

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki