Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Polisi Tembak Guru, Ini Penjelasan Kapolres Rohul

Polisi Tembak Guru, Ini Penjelasan Kapolres Rohul

Laporan : Fahrin Waruwu
Rabu, 16 Sep 2015 21:54
Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, S.Ik, M.Hum

ROKAN HULU - Terkait penembakan seorang Guru Bantu (GB), tenaga honorer SMAN I Rambah Samo, Rohul Fahrur Raji (36) oleh oknum polisi yang terjadi Selasa (15/9),  sekitar pukul 02.30 Wib dini hari di Jalan Panglima Sulung, dekat Kantor DPRD Rohul, tepatnya di depan SMAN I Rambah akhirnya mulai menemui titik terang.

Hal itu langsung dijelaskan oleh Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono yang sempat tidak menjawab konfirmasi sejumlah media usai mengetahui kejadian penembakan tersebut.

Dijelaskan Kapolres, sebelum terjadinya penembakan, oknum guru tersebut sedang dikejar dan dikepung oleh warga Jalan Panglima Sulung, dekat Kantor DPRD Rohul, tepatnya di depan SMAN I Rambah. Pasalnya warga melihat ada gelagat mencurigakan pada diri oknum guru tersebut.

Selanjutnya,  guru tersebut melarikan diri, namun dihentikan oleh  masyarakat, karena lari warga mengejar sambil teriak maling.

Kapolres menambahkan, menurut keterangan warga, yang bersangkutan bersembunyi di lalang untuk melarikan diri, kemudian dikejar warga lagi, dan ditemukan disebuah gang, wargapun mengepung ramai-ramai.

Lalu, lanjut kapolres, ada  warga menghubungi pihak Polsek Rambah, kemudian anggota polsek Rambah ke TKP  mencari bersama-sama warga di tempat persembunyiannya lari.

Di saat itu juga, ada  informasi, bahwa guru tersebut  menyerang warga, anggota polisi yang bersama dengan warga, melepaskan tembakan peringatan satu kali. Tapi yang bersangkutan menyerang  warga di malam hari, dengan menggenggam sesuatu di dada yang tidak ketahui.

"Polisi sudah melakukan tembakan peringatan, tidak menyerahkan diri,  kemudian ditembak kakinya untuk dilumpuhkan karena menyerang, (dan tembakan) mengenai betis", jelas kapolres melalui sambungan salulernya Rabu (16/9/2015) malam sekira jam 21.00 Wib.

Dan saat disinggung tentang larangan mengambil foto, kapolres menjelaskan bahwa atas kejadian tersebut pihaknya masih dalam proses lidik.

" Bukan tidak boleh, yang bersangkutan ngomongnya belum sempurna dan tidak bisa diajak komunikasi, sejak tadi malam sampai sekarang masih meracau," pungkas Kapolres. (Fah)

Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.