Jumat, 31 Jul 2026
hukrim
Terseret Kasus Narkoba, Pilot Asal Malaysia Diamankan di Bandara Soetta
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 31 Jul 2026 13:55
JAKARTA - Penegakan hukum terhadap peredaran narkotika kembali dilakukan di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Seorang pilot berkewarganegaraan Malaysia berinisial MS (39) diamankan oleh petugas karena kedapatan membawa belasan bungkus ekstasi beserta sabu.
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang memberikan keterangan resmi mengenai penangkapan tersebut dalam konferensi pers, Jumat (31/7/2026). Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan berlapis terhadap kedatangan kru penerbangan luar negeri.
"Jadi rekan-rekan sekalian tanggal 29 Juli 2026 kami Bea Cukai Soekarno Hatta melakukan pengawasan atas kedatangan pilot ya, jadi pilot dari dari penerbangan MH 727 dari Kuala Lumpur," urainya.
Hasil Analisa Intelijen Petugas
Penangkapan MS bukanlah suatu kebetulan. Tim di lapangan telah melakukan pemantauan berbasis data intelijen sebelum pesawat mendarat. Kecurigaan semakin menguat saat petugas memantau pergerakan barang bawaan milik sang pilot.
"Pada saat datang, kemudian dari analisa intelijen, kecurigaan terhadap barang yang dibawa oleh pilot yang bersangkutan, inisial MS warga negara Malaysia, 39 tahun," papar Hengky.
Melalui pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan MS, petugas menemukan barang bukti berupa 14 bungkus ekstasi yang diduga kuat akan diedarkan di wilayah Indonesia, serta 4 gram narkotika jenis sabu yang diduga untuk konsumsi pribadi.
Terbang dalam Pengaruh Narkotika
Selain temuan barang bukti fisik, hasil pemeriksaan medis menunjukkan fakta lain terkait kondisi fisik tersangka saat bertugas. MS dipastikan berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang ketika mengemudikan armada komersial tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan tes urin ya, ternyata positif memakai sabu, ineks, dan kokain. Jadi pada saat terbang itu sedang memakai," tegasnya.
Terkait motif membawa barang terlarang melalui jalur resmi, pihak berwenang menduga pelaku merasa aman karena statusnya sebagai awak kabin. "Karena mungkin yang bersangkutan merasa kalau pilot mendapatkan jalur khusus, dan memang ada jalur khususnya buat kru dan buat pilot, tapi pengawasan yang kami lakukan tetap sama," bebernya. Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim guna pengembangan lebih lanjut.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/terseret-kasus-narkoba-pilot-asal-malaysia-diamankan-di-bandara-soetta.html
komentar Pembaca