Rabu, 29 Jul 2026
hukrim
Usut Dugaan Korupsi Jembatan Air Hitam Rp33 Miliar, Polda Riau Juga Geledah Kantor BPKAD Rohil
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 29 Jul 2026 14:12
BAGANSIAPIAPI - Tim Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus bergerak mendalami dugaan korupsi pada proyek pembangunan jembatan Air Hitam di Kecamatan Pujud. Setelah menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Rokan Hilir (Rohil), penyidik kini menyasar Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohil di Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Rabu (29/7/2026) pagi.
Kedatangan aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kasubdit III Tipikor Polda Riau, Kompol Yogi Pramagita, membuat suasana kantor berlantai empat tersebut tampak lengang. Sebuah garis polisi terpantau membentang di pintu masuk bagian dalam pada lantai dasar gedung, membatasi ruang gerak pihak yang tidak berkepentingan.
Para penyidik memusatkan penelusuran di lantai dua gedung pemerintah tersebut. Mereka memeriksa sejumlah berkas keuangan dan rekam jejak pencairan dana yang berkaitan erat dengan mega proyek jembatan tahun anggaran 2022, yang diketahui menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rohil hingga Rp33 miliar.
Langkah tegas ini merupakan eskalasi dari penyelidikan maraton yang dilakukan sehari sebelumnya. Aparat sebelumnya telah mengamankan 42 dokumen dari Kantor Dinas PUTR Rohil di kawasan Batu Enam, Bagan Punak, usai melakukan penggeledahan sejak Selasa (28/7/2026) siang hingga Rabu dini hari.
Mayoritas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BPKAD Rohil memilih bungkam saat dimintai keterangan terkait kehadiran aparat penegak hukum tersebut. Pucuk pimpinan instansi itu juga dikabarkan tidak berada di tempat karena sedang melaksanakan dinas luar kota.
Meski demikian, Kepala Bidang Aset BPKAD Rohil, Aswin, SE membenarkan kehadiran tim penyidik dari kepolisian di kantornya untuk keperluan hukum.
"Benar, sedang ada pemeriksaan, nanti juga akan ada penandatanganan Berita Acara Pemeriksaan. Kepala BPKAD sedang di Pekanbaru, yang ada inilah kami," terangnya.
Sementara para penyidik berjibaku menelusuri aliran dokumen pendukung dugaan kerugian negara tersebut, belasan awak media tampak bersiaga di ruang tunggu hingga ke halaman kantor. Beberapa penyidik sesekali terlihat keluar masuk gedung, namun belum memberikan keterangan rinci mengenai temuan bukti tambahan apa saja yang berhasil disita dari kantor pengelola keuangan daerah itu.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/usut-dugaan-korupsi-jembatan-air-hitam-rp33-miliar-polda-riau-juga-geledah-kantor-bpkad-rohil.html
komentar Pembaca