Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/spiritri/public_html/include/fungsi.php on line 718
Hukum
Sebelum Tewas Dipenggal, Nenek Intan Mimpi Didatangi Kyai, Nanti Hati-Hati Ada Hujan Api
Laporan: Fahrin Waruwu
Rabu, 04 Mei 2016 13:25
ROKANHULU - Kematian nenek Intan (60) di tangan anak angkatnya bernama Rismin (20), sangat mengejutkan seluruh anaknya. Pasalnya, enam anak si nenek sama sekali tidak punya firasat buruk terhadap ibunya yang sudah lama menjanda tersebut.
Salah Satunya Yusmita (46), Anak sulung korban yang tinggal tak jauh dari rumah ibunya ini mengakui tidak percaya ketika dihubungi bahwa orang yang melahirkan dirinya sudah tiada, dan harus berakhir dengan cara sadis dibuat oleh Rismin.
"Saya dihubungi bahwa di rumah sudah ramai orang. Ketika saya baru dikasih tau ibu sudah tiada," jelas Yusmita di rumah ibunya sambil terisak, Selasa (3/5/16).
Perempuan yang sudah lama tidak bersuami ini mengakui tidak menyangka bahwa pemuda yang sering berjalan dengan telanjang dada itu sudah lama tinggal bersama dirinya dan sudah dianggap keluarganya tega menghabisi ibunya dengan cara tak manusiawi.
"Saya tak punya firasat buruk. Sebelum pergi kerja, saya sempat buatkan teh untuk ibu," ungkapnya.
Sebelum meninggal dengan kepala terpisah dari tubuhnya, ungkap Yusmita, ibu kandungnya pernah bercerita bahwa pada Sabtu (30/4/16) malam lalu, ibunya bermimpi didatangi seorang pria bersorban seperti seorang ahli agama atau kyai.
Kemudian, pada Ahad (1/5/16), ibunya bercerita kepada Yusmita, bahwa kyai tersebut berpesan, "Nanti hati-hati ada hujan api".
"Kata mendiang lagi, dari samping rumah akan datang hujan api, dan dia melindungi cucunya," cerita Yusmita, dan mengakui cerita itu sesuai cerita ibunya yang telah tiada.
Yusmita menduga Rismin nekat menghabisi ibunya dengan parang panjang karena dituduh mencuri tabung LPG 3 kg di rumah adik kandungnya yang tengah ditinggal ke kecamatan Rokan IV Koto.
Ibunya sempat marah-marah, karena Rismin terus mengakui tidak mengambil tabung gas.
Yusmita mengakui sudah berusaha menenangkan ibu kandungnya, bahwa dia yang akan mengganti tabung LPG milik adiknya tersebut. Namun ibunya terus marah-marah kepada Rismin.
"Mungkin karena sakit hati dia dimaki-maki oleh ibu," ungkapnya.
Dari kejadian itu, Yusmita tak bisa bicara banyak, sebab bagaimanapun Rismin merupakan masih keluarganya.
Ia mengaku tak mau ribut di belakang hari ini. Sehingga menyerahkan masalah tersebut kepada pihak Kepolisian. (Fah)
Hukum
Bupati Zukri Resmikan TMMD Ke-129 di Pelalawan, Pembangunan Dipusatkan di Pangkalan Terap
PELALAWAN-Bupati Pelalawan H. Zukri Misran membuka secara resmi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Kantor Bupati Pelalawan, Rabu (15/7/2026). Program te
Menteri Agus Lantik Rudi Setiawan Jadi Irjen Kemenimipas
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggelar upacara pelantikan inspektur jenderal (irjen) baru. Upacara ini dipimpin langsung Menteri Imipas Agus Andrianto.Irjen Kemenimi
Sosok Kuntadi yang Diusulkan Jadi Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah
Jakarta - Sosok pengganti Febrie Adriansyah sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) terungkap. Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menyurati Istana dan
DPRD Pekanbaru Minta Pemko Tambah Insentif Kader Posyandu, Ada yang Terima Rp50 Ribu/Bulan
PEKANBARU â€" Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan kader Posyandu. Menurutnya, insentif
Irvan Herman Serahkan Bantuan Ambulans dari Menko Pangan Zulhas ke UAS
KAMPAR â€" Staf Khusus Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Irvan Herman, menyerahkan bantuan satu unit ambulans dari Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. Zulkifli Hasan kepada Yayasan Pen