- Home
- Internasional
- "Prajurit Hantu" Sulitkan Afghanistan dalam Hadapi Taliban
"Prajurit Hantu" Sulitkan Afghanistan dalam Hadapi Taliban
Selasa, 12 Jan 2016 10:26
Yang dimaksud dengan prajurit hantu tentu saja bukan roh tentara yang telah mati dan bergentayangan, melainkan sebutan untuk pasukan yang tidak ada di lapangan namun terdaftar dalam dokumen. Hal ini menyebabkan perkiraan kekuatan pasukan Afghanistan di atas kertas berbeda jauh dengan fakta yang ada di lapangan.
"Di sebuah pos pemeriksaan di mana seharusnya ada 20 tentara, hanya ada delapan atau sepuluh orang," demikian kata Ketua Dewan Provinsional Helmand, Karim Atal sebagaimana dilansir dari Associated Press, Selasa (12/1/2016).
"Hal itu terjadi karena beberapa orang mendapatkan gaji tapi tidak melakukan pekerjaan mereka, karena mereka memiliki hubungan dengan tokoh penting, seperti panglima perang setempat," jelasnya.
Dalam beberapa kasus lainnya, tentara dan polisi yang telah meninggal masih terdaftar sebagai anggota aktif. Gaji mereka pada akhirnya masuk ke dalam kantong pejabat senior militer dan kepolisian Afghanistan. Menurut Atal, sekira 40 persen dari anggota pasukan Afghanistan yang terdaftar sebenarnya tidak ada.
Pendapat serupa disampaikan mantan Wakil Kepala Polisi Helmand Pacha Gul Bakhtiar yang mengatakan bahwa jumlah personel polisi di provinsi itu jauh lebih sedikit dari angka 31 ribu orang yang tercatat.
"Saat kami mengatakan kami memiliki 100 orang tentara, pada kenyataannya hanya ada 30 atau 40 orang. Ini berpotensi menyebabkan kehancuran besar saat musuh menyerang," kata politikus Afghanistan Ghulam Hussain. Ironisnya, menurut Ghulam, Pemerintah Afghanistan tampak tidak peduli akan masalah ini.
Masalah serupa juga dihadapi oleh Irak pada 2014, yang membayar puluhan juta dolar untuk menggaji para prajurit hantu.
Pasukan keamanan Afghanistan merupakan kekuatan yang sepenuhnya didanai oleh komunitas internasional dan menghabiskan sekira USD5 miliar per tahunnya. Sebagian besar dari dana itu datang dari Amerika Serikat (AS).
"Semua tahu kami menghadapi pertempuran ini bersama para prajurit hantu dan itu alasan mengapa kami tidak memiliki pasukan yang cukup," kata salah seorang prajurit bernama Mohammad Islam.
"Taliban juga mengetahui hal ini, Saat mereka menyerang kami, dan kami tidak mampu mempertahankan diri, pejabat-pejabat tinggi mempertanyakan mengapa."
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam