Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • AS-PBB Beri Jaminan, Oposisi Bersedia Hadiri Pembicaraan Damai Suriah

AS-PBB Beri Jaminan, Oposisi Bersedia Hadiri Pembicaraan Damai Suriah

Sabtu, 30 Jan 2016 11:59
un.org
Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah, Staffan Domingo de Mistura
JENEWA – Pembicaraan Damai Suriah di Jenewa yang dimulai pada Jumat, 29 Januari 2016 kemarin, akhirnya dibuka perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah, Staffan de Mistura tanpa hasil signifikan, serta tanpa kehadiran pihak oposisi Suriah dan kelompok Kurdi.

Oposisi Suriah sebelumnya menyatakan diri memboikot perundingan Intra-Suriah itu, jika beberapa syarat mereka dipenuhi, yakni dicabutnya blokade terhadap sejumlah kota, penghentian pemboman sementara dan pembebasan para tahanan oposisi.

Sementara kelompok Kurdi, tak dihadirkan dalam perundingan Intra-Suriah ini atas permintaan Turki, sebagai lawan seteru kelompok Kurdi di Turki Utara. Pun begitu, kelompok oposisi Suriah, HNC (Komite Negosiasi Tinggi) Suriah, menyatakan akan mengirim puluhan utusannya ke Jenewa.

HNC yang mewakili 15 faksi pemberontak Suriah yang sebagian besar "moderate", menyatakan diri bersedia hadir dalam pembahasan damai – hanya dengan utusan PBB, De Mistura seorang, bukan dengan pihak-pihak lain, terlebih delegasi pemerintah Suriah di bawah rezim Bashar al-Assad.

Itu pun setelah diungkapkan De Mistura, bahwa HNC mendapat jaminan dari Amerika Serikat (AS) dan PBB, kendati tak disebutkan secara detail jaminan macam apa yang diberikan kepada HNC.

"HNC akhirnya memutuskan untuk berpartisipasi di pembicaraan Jenewa, setelah menerima jaminan dari Amerika dan PBB," terang De Mistura, dilansir Russia Today, Sabtu (30/1/2016).

"Saya punya alasan yang bagus untuk mempercayai bahwa mereka sebenarnya sangat mempertimbangkan diskusi ini. Dan oleh karenanya, mungkin pada Minggu (31 Januari 2016) akan dimulai pembicaraan dengan mereka untuk memproses pembicaraan Intra-Suriah," lanjutnya.

HNC juga mengonfirmasi pernyataan De Mistura tersebut via akun Twitter mereka, @SyrianHNC, di mana sekira 30-35 utusan HNC, akan berangkat ke Jenewa hari ini waktu setempat.

"Kami mengonfirmasi sejumlah anggota akan datang (ke Jenewa), tapi hanya untuk berdiskusi dengan PBB, bukan negosiasi. Tujuan kami adalah mengakhiri penderitaan rakyat Suriah," kicau aktivis HNC, Farah Atassi di akun @SyrianHNC.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.