Sabtu, 13 Jun 2026

AS-Rusia Takkan Berani Gempur Markas ISIS Ini

Sabtu, 23 Jan 2016 11:07
Alibaba
Bendungan Taqba di perbatasan Irak dan Suriah.
PARA petinggi ISIS memiliki tempat persembunyian yang tidak akan bisa digempur oleh pasukan koalisi anti teror manapun, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Markas teraman itu, yakni di bawah bendungan Tabqa.

Para ahli mengatakan air bah akan menenggelamkan Suriah dan Irak apabila bendungan Tabqa, yang dibangun sepanjang 4,5 kilometer dengan tinggi 182 meter, dihancurkan.

Kondisi inilah yang dimanfaatkan para komandan perang ISIS untuk berlindung. Mereka tahu bahwa pasukan Inggris (RAF), AS dan jet tempur Rusia sekalipun tidak akan mengebom wilayah tersebut karena takut menjadi penyebab banjir bandang di dua negara Timur Tengah sekaligus.

"Jika bendungan tersebut pecah, itu akan membanjiri sebagian besar Irak dan otomatis memutus pasokan listrik untuk semua kawasan di Suriah timur. Itu merupakan bencana ekologis untuk Irak dan bencana kemanusiaan untuk Suriah," terang pakar bendungan, Ariel Ahram, seorang profesor di Universitas Virginia Tech di AS, seperti disitat dari Mirror, Sabtu (23/1/2016).

Bendungan Taqba berlokasi 40 kilometer di sebelah barat Raqqa, markas utama ISIS di Suriah dan berada di bawah kendali kelompok militan tersebut sejak 2013.

Waduk raksasa yang dibangun dengan bantuan Rusia pada 1970-an itu sanggup mengendalikan aliran Sungai Efrat ke tenggara Suriah dan Irak utara.

Sedikitnya 11 bendungan besar mengontrol aliran Sungai Efrat di Turki, Suriah dan Irak. Sebagian besar berfungsi untuk pengairan atau irigasi dan menghasilkan pembangkit energi untuk ketiga negara yang bertetangga dekat itu.

Selain digunakan sebagai tempat persembunyian, banyak tahanan penting juga dikurung di sana. Terutama mereka yang ingin disembunyikan dari AS dan pemerintah lainnya. Sebab kawasan itu dijaga ketat oleh anggota ISIS yang berasal dari keturunan asing, pos-pos pemeriksaan didirikan di sepanjang lokasi, sehingga menyulitkan intelijen luar untuk menyusup ke dalamnya.

Pesawat tempur AS dikabarkan pernah mencoba turun ke sana, ketika membantu Irak merebut kembali Mosul. Akan tetapi, hanya angkatan darat yang dikirim ke lokasi guna meminimalisir kerusakan yang mungkin ditimbulkan jika menggunakan serangan udara.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.