Selasa, 28 Apr 2026

Brasil & AS Kolaborasi Temukan Vaksin Virus Zika

Sabtu, 30 Jan 2016 10:59
AFP
Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama (kanan) & Presiden Brasil, Dilma Vana Rousseff
BRASÍLIA – Persebaran Virus Zika belum terhenti sejak merebak di Brasil dan meluas ke seantero Benua Amerika. Vaksin sebagai "senjata" melawan infeksi virus yang dibawa Nyamuk Aedes Aegypti ini pun belum bisa ditemukan.

Tidak hanya di Benua Amerika, Virus Zika ini pun sudah menyebar ke beberapa negara Eropa seperti Inggris, Italia, Spanyol dan Denmark, hingga ke Oseania dan Australia. Virus yang pertama kali terdeteksi di Uganda pada 1947 ini, memang tak mematikan secara langsung buat manusia.

Namun Virus Zika sangat rawan buat para wanita hamil, di mana dalam semua kasusnya, wanita hamil yang terinfeksi akan melahirkan bayi dengan kelainan Microcephaly. Sebuah kelainan otak dan ukuran kepala bayi yang lebih kecil dari ukuran normal.

Kendati begitu, kaitan langsung antara Virus Zika dan Microcephaly memang masih diteliti lebih jauh. Pun demikian dengan vaksinnya. Di Amerika Serikat (AS), Presiden Barack Obama juga sebelumnya meminta segenap stakeholder kesehatan di AS, untuk segera menemukan vaksinnya.

Agar lebih efektif, suatu kolaborasi atau kerja sama dilakoni AS dan Brasil untuk menemukan vaksin Virus Zika. Kesepakatan kerja sama ini terjadi hanya melalui sambungan telefon antara Obama dan Presiden Brasil, Dilma Rousseff.

"Kedua pemimpin (Obama dan Rousseff) menyepakati pentingnya upaya kolaboratif untuk memperdalam pengetahuan kami, mempercepat riset dan memperlancar pengembangan vaksi yang lebih baik, serta teknologi lain untuk mengatasi virus (Zika)," ungkap pernyataan Gedung Putih, dikutip Deutsche Welle, Sabtu (30/1/2016).

Selama vaksin Virus Zika belum bisa ditemukan, Rousseff kembali menekankan kepada sejumlah personel militer Brasil, untuk terus dikerahkan membasmi nyamuk pembawa Virus Zika.

"Kami memang belum punya vaksinnya. Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah memerangi nyamuk. Sekira 220 ribu pasukan sudah dimobilisasi untuk membasmi nyamuk pembawa virus. Kami akan memenangkan perang ini. Kami akan tunjukkan bahwa rakyat Brasil mampu memenangi perang ini," tandas Rousseff.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.