Liputan6.com
(Ilustrasi) Senjata Amerika Serikat (AFP)
Washington DC - Dari senapan sampai jet tempur dan kapal perang, China
telah menjadi pemasok senjata utama ke Pakistan, Bangladesh dan
Myanmar, menurut laporan terbaru lembaga kajian Stockholm International
Peace Research Institute (SIPRI).
Laporan yang berjudul "Trends in International Arms Transfer, 2017" mencerminkan perubahan besar dalam situasi geopolitik Asia Selatan.
Di sisi lain, menurut laporan tersebut, penjualan senjata AS ke
Paksitan justru turun sebanyak 76 persen dalam lima tahun terakhir.
Demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia (14/3/2018).
China
telah menjadi pemasok senjata terbesar bagi Pakistan, negara tetangga
yang menjadi musuh bebuyutan India. Pasokan senjata dari China
menyumbang 35 persen persenjataannya ke Pakistan pada 2013-2017.
Menurut laporan tersebut, AS, Rusia, Jerman, Perancis dan China
saat ini mengekspor 74 persen senjata di seluruh dunia, yang menjadikan
negara-negara tersebut pengimpor senjata terbesar di seluruh dunia.
Laporan
itu mengatakan AS pernah menjadi eksportir senjata terbesar ke
Pakistan. Namun ketegangan baru-baru ini antara kedua negara telah
mempengaruhi penjualan senjata secara signifikan, terutama 2013-2017,
ketika terjadi penurunan pengiriman besar senjata dari AS ke Pakistan.
Hubungan antara AS dan Pakistan memburuk setelah insiden November
2011, ketika 26 tentara Pakistan tewas dalam serangan NATO di dua pos
pemeriksaan militer.
Pakistan membalas dengan menutup kedua perbatasannya ke Afghanistan,
sehingga konvoi pasokan NATO tidak dapat lagi melewati Pakistan dalam
perjalanan menuju negara tetangganya itu.
(Liputan6.com)
Internasional