Senin, 27 Apr 2026

China-Taiwan Kini Punya Hotline Resmi Pertama dalam Sejarah

Kamis, 31 Des 2015 09:04
Reuters
China-Taiwan adakan hotline resmi pertama dalam sejarah.
CHINA dan Taiwan resmi membuka komunikasi langsung (hotline) pertama mereka kemarin, Rabu 30 Desember 2015. Komunikasi itu dilancarkan oleh Direktur Kantor Urusan Taiwan di China, Zhang Zhijun dan Dewan Urusan China di Taiwan, Hsia Liyan melalui sambungan telepon.

Isi percakapan Zhang dan Hsia bergulir mulai dari bertukar salam Tahun Baru 2016 hingga membahas soal perdagangan lintas-selat, pertukaran pelajar, serta rincian tentang bagaimana hotline tersebut akan digunakan di masa depan.

Sambungan langsung ini diharapkan dapat membawa perbaikan hubungan diplomatik dan kesepakatan politik yang damai bagi kedua belah pihak.

"Kami berharap, hotline ini mampu memfasilitasi komunikasi yang lebih halus ke depannya, ketika sewaktu-waktu terjadi ketegangan lagi atau kedua negara kembali mengalami kondisi darurat (perang)," ujar Ma Xiaoguang, juru bicara Kantor Urusan Taiwan di China, sebagaimana dikutip dari China Post, Kamis (31/12/2015).

Menurut keterangan Ma, kedua pejabat senior itu berbicara melalui telepon selama kurang lebih 30 menit, dimulai dari pukul 09.00 waktu setempat.

Pembicaraan ini sendiri merupakan kelanjutan dari pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Taiwan Ma Yingjiu di Singapura pada 7 November lalu. Hari itu adalah pertama kalinya dalam sejarah keduanya bertemu kembali setelah bersitegang selama 60 tahun.

Hubungan kedua negara memburuk sejak hengkangnya Pemimpin Partai Kuomintang Chiang Kaisek dari daratan China dan memproklamirkan kemerdekaan sendiri ke wilayah tenggara China. Akibatnya, berdirilah Negara Taiwan pada tahun 1949, terpisah dari Negeri Tirai Bambu pimpinan Mao Zedong.

Beijing selalu merasa Taipei hanya anak nakal yang perlu melepaskan diri. Sementara Taiwan terus menerus mengklaim sebagai negara independen dan menolak disamakan dengan China.

Kini, dengan adanya sejumlah pertemuan yang mengarah pada perdamaian, publik mulai berharap adanya perbaikan positif. Walaupun ada juga masyarakat Taiwan yang bersikukuh mempertahankan status quo negaranya.

Media lokal menilai, perkembangan ini sebagai langkah maju menuju hubungan yang lebih sistematis dan perubahan sejarah signifikan. Meski, untuk sekarang ini, hotline tersebut baru sebatas di tingkat wakil menteri, dan belum sampai tingkat pejabat kementerian yang lebih tinggi lagi.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.