Jumat, 12 Jun 2026
Warga Siak Diseret Buaya Saat Mandi di Sungai Metas, Jasadnya Ditemukan Setelah 7 Jam Pencarian
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 12 Jun 2026 14:11
SIAK - Santi alias Pia (22), warga Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, ditemukan meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mandi di tepian Sungai Metas pada Kamis (11/6/2026) petang
Jasad korban ditemukan sekitar tujuh jam setelah kejadian. Menyusul upaya pencarian yang dilakukan puluhan warga setempat.
Korban merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Gang Surya RT 01 RW 03 Dusun II Kampung Penyengat.
Saat kejadian, korban bersama suami dan sejumlah anggota keluarga berada di kawasan kebun sagu yang berjarak cukup jauh dari permukiman warga.
Camat Sungai Apit, Tengku Mukhtasar, mengatakan korban ditemukan pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban berhasil ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh masyarakat bersama keluarga dan unsur terkait. Saat ditemukan, terdapat bekas gigitan buaya pada tubuh korban,” kata Tengku Mukhtasar, Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa bermula sekitar pukul 17.30 WIB ketika korban mandi di tepian Sungai Metas. Pada saat bersamaan, suami korban, Kolet (32), berada tidak jauh dari lokasi.
Tiba-tiba seekor buaya muncul dari sungai dan langsung menerkam korban. Melihat kejadian tersebut, Kolet segera meminta bantuan Ahui (48), paman korban, yang berada di sekitar lokasi.
Keduanya sempat berusaha melakukan pencarian di sekitar sungai, namun korban tidak ditemukan.
Kolet kemudian mencari lokasi yang memiliki sinyal telepon untuk menghubungi warga Kampung Penyengat dan meminta bantuan pencarian.
Menurut keterangan saksi, selama proses pencarian awal korban beberapa kali terlihat masih berada dalam gigitan buaya dan sesekali muncul ke permukaan air sebelum kembali menghilang.
Menjelang malam, sekitar pukul 19.00 WIB, sebanyak 50 warga Kampung Penyengat mendatangi lokasi menggunakan tiga unit kapal pompong.
Mereka menyisir aliran Sungai Metas hingga akhirnya menemukan korban sekitar pukul 00.30 WIB.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan kapal pompong menuju Kampung Penyengat. Sekitar pukul 01.30 WIB, jenazah tiba di Dermaga Tanjung Pal dan selanjutnya dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.
Tengku Mukhtasar menyebut keterlibatan masyarakat yang secara sukarela membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Begitu menerima informasi, masyarakat langsung bergerak membantu pencarian. Meski kondisi malam hari cukup gelap dan akses komunikasi terbatas, warga tetap bertahan di lapangan sampai korban ditemukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi kejadian berada di kawasan Sungai Metas yang selama ini dikenal sebagai habitat alami buaya.
Selain itu, korban dan keluarga sedang berada di kawasan kebun sagu yang jauh dari permukiman sehingga menggunakan sungai untuk mandi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Mukhtasar, kondisi tersebut membuat potensi konflik antara manusia dan satwa liar masih cukup tinggi.
Pemerintah kecamatan bersama pemerintah kampung telah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di wilayah yang diketahui menjadi habitat buaya.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika mandi, mencuci, atau melakukan aktivitas lainnya di sungai. Keselamatan harus menjadi prioritas, apalagi di kawasan yang memang merupakan habitat buaya,” katanya.(Tribunpekanbaru.)
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/tribunsiak/1107239/warga-siak-diseret-buaya-saat-mandi-di-sungai-metas-jasadnya-ditemukan-setelah-7-jam-pencarian?page=2
komentar Pembaca