Jumat, 26 Jun 2026

Internasional

Dalam Sehari, 4 Ribu Pengungsi Diselamatkan di Laut Mediterania

Jumat, 27 Mei 2016 09:49
Marina Militare via AP
Para pengungsi melompat sebelum perahu yang mereka tumpangi terbalik di pantai Libya, 25 Mei 2016.

SISILIA - Lebih dari 4.000 orang pengungsi berhasil diselamatkan dalam 22 operasi penyelamatan di Laut Mediterania pada Kamis, 26 Mei. Cuaca yang bersahabat dimanfaatkan oleh para penyelundup manusia untuk mengirimkan para pengungsi ke Eropa lewat laut.

Menurut laporan yang dilansir Belfast Telegraph, Jumat (27/5/2016) sedikitnya 20 orang pengungsi tewas saat mencoba menyeberangi laut saat perahu yang mereka tumpangi tenggelam di pantai Libya.

Jumlah ini kemungkinan lebih besar lagi setelah penjaga pantai Libya melaporkan ada dua perahu lagi yang terbalik di pantai Sabhrata dan Zwara. Sejauh ini hanya empat mayat yang ditemukan sehingga dikhawatirkan sisa penumpang perahu tersebut telah tewas.

Juru bicara Pasukan Penjaga Pantai Italia mengatakan bahwa jumlah pengungsi yang diselamatkan kali ini mungkin merupakan sebuah rekor baru. Sebelumnya, jumlah tertinggi berada di kisaran 5.000 sampai 6.000 pengungsi yang diselamatkan dalam tempo dua hari.

Barbara Molinaro, juru bicara untuk lembaga pengungsi PBB di Italia mengatakan kondisi cuaca yang bersahabat pada Mei hingga Oktober seringkali mendorong para pengungsi untuk menyeberang. Dia mengatakan, sebelum penyelamatan baru-baru, sekira 40 ribu orang telah diselamatkan pada tahun ini. Jumlah itu kurang lebih sama dengan 47.500 orang pengungsi yang berhasil diselamatkan pada periode yang sama di tahun 2015.

Pada Kamis, kapal angkatan laut Italia, Bettica berhasil menyelamatkan 562 orang pengungsi saat perahu mereka terbalik dan membawa mereka beserta jasad lima orang korban tewas ke Porto Empedocle, Sisilia. Sedangkan dalam operasi penyelamatan lainnya, penjaga pantai Libya total 766 pengungsi yang ditemukan dalam dua kelompok di Sabhratha dan Zwara.

Jumlah korban jiwa dari para pengungsi yang menyeberang pun menurun cukup jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebelum korban jiwa yang muncul pekan ini, hanya 13 orang yang kehilangan nyawanya dan tenggelam di laut pada Mei 2016, dibandingkan dengan jumlah 95 orang di tahun sebelumnya dan 330 orang pada Mei 2014.

Hal ini merupakan hasil dari meningkatnya pengawasan yang dilakukan pasukan penjaga pantai di sepanjang pantai-pantai Afrika Utara. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.