Sabtu, 13 Jun 2026

Di Tengah Usaha Perdamaian, Saudi Tuduh Iran Sebar Fitnah

Kamis, 21 Jan 2016 10:25
NPR.org
Demonstran menunjukan foto pimpinan Syiah yang dieksekusi Arab Saudi
RIYADH – Selama hampir empat dekade, Arab Saudi menuduh Iran sebagai penyebar fitnah, keresahan, dan kekacauan. Tuduhan tersebut justru disampaikan ketika komunitas internasional berusaha mendamaikan kedua negara yang saling bersaing pengaruh itu.

Hubungan kedua negara memang diketahui menjadi sangat panas setelah Saudi mengeksekusi mati ulama Syiah bernama Nimr al Nimr.

"Sejak revolusi pada 1979, Iran mempunyai catatan menyebarluaskan fitnah, keresahan, dan kekacauan di kawasan ini," tulis kantor berita SPA yang mengutip pernyataan seorang pejabat luar negeri Saudi, Kamis (21/1/2016).

"Selama periode waktu yang sama, Kerajaan (Saudi) mengambil kebijakan yang menahan diri kendati menderita sebagai konsekuensi dari kebijakan yang terus menerus agresif dari Iran."

Pejabat itu mengatakan, kebijakan Iran utamanya didasarkan pada ide mengekspor revolusi.

"Iran merekrut milisi di Irak, Lebanon, Suriah, dan Yaman," kata pejabat tersebut seraya menuduh Iran menyokong aksi terorisme dan melancarkan berbagai pembunuhan.

SPA menyiarkan bukti 58 titik yang disiapkan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk melukiskan kebijakan agresif Iran dan menyangkal 'kebohongan-kebohongan nyata' dari Teheran, termasuk sebuah artikel Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di New York Times pada pekan lalu.

Zarif mengatakan, Saudi berusaha menghentikan kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar dan menutup dialog di Timur Tengah.

"Beberapa orang di Riyadh tidak hanya terus menghambat normalisasi namun juga berusaha menjerumuskan seluruh kawasan ke konfrontasi," tulis Zarif dengan menyatakan Saudi takut Iranofobia runtuh.

"Arab Saudi sepertinya takut bahwa hilangnya layar asap masalah nuklir akan mengekspose ancaman nyata dunia, yakni kesponsoran aktifnya kepada ekstremisme kekerasan," sambung Zarif, seperti dikutip AFP.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.