Minggu, 03 Mei 2026

Internasional

Dicap Pengkhianat, Pribumi Masuk KNIL Sekadar Urusan Perut

Rabu, 18 Mei 2016 10:13
Wikipedia
Para pribumi yang "berkarier" di Barisan KNIL demi urusan perut

DALAM berbagai pelajaran sejarah yang mengetengahkan kisah-kisah revolusi kemerdekaan Indonesia, acap kali para guru menyebutkan pasukan Belanda sebagai musuh yang teramat buruk bagi para gerilyawan Indonesia.

Siapa pasukan Belanda yang dimaksud itu? Soal ini banyak yang mengatakan bahwa pasukan Belanda, ya tentara kulit putih dari negeri asalnya di Eropa. Sebagian memang benar bahwa pasukan Belanda didatangkan dari Negeri Kincir Angin.

Namun ternyata tak kalah banyak pasukan Belanda yang berasal dari golongan inlander (pribumi) sendiri. Mereka biasanya tergabung di barisan KNIL (Koninklijke Nederlandsch-Indisch Leger).

Barisan ini sedianya punya arti Pasukan Kolonial Kerajaan Hindia-Belanda. Tapi sering ditafsirkan sebagai pasukan Belanda hitam. Alasannya karena para personelnya banyak berasal bagian timur nusantara.

Pun demikian, menurut sebuah catatan dari buku 'KNIL dan Revolusi Indonesia', anggota terbanyak mereka berasal dari suku Jawa dan daerah-daerah lainnya.

Bahkan tak sedikit dari mereka (mantan KNIL) yang kemudian berperan penting dalam "kelahiran dan pertumbuhan" Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebut saja Oerip Soemohardjo, Tahi Bonar Simatupang, Abdoel Haris Nasution, Alexander Evert Kawilarang, Ahmad Yani, Soerjadi Soerjadarma, hingga Soeharto yang kemudian menjadi Presiden RI kedua.

Serba-serbi tentang KNIL ini terbilang cukup jarang dibahas dalam jurnal maupun buku. Namun sedikitnya semua hal tentang KNIL termaktub dalam buku 'KNIL dan Revolusi Indonesia' karya pemerhati sejarah, Wawan Kurniawan Joehanda.

Uniknya, buku yang baru dirilisnya ini diterbitkan secara "indie", alias tak bernaung dengan penerbit manapun. Untuk mendapatkan buku berbanderol Rp65 ribu itu pun untuk sementara, harus langsung mengontak penulisnya di akun media sosial Facebook.

Beragam kisah tentang KNIL digambarkannya dalam buku yang membutuhkan riset selama delapan bulan tersebut, mulai dari kelahirannya, hingga para mantan KNIL yang turut berperan dalam pembentukan TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Selama ini menulis sendiri, mencetak sendiri dan mem-publish sendiri. Sementara saya memakai jalur indie label. Risetnya sekitar delapan bulan sejak 2015, sekaligus hasil diskusi dengan (penulis) mas Petrik (Matanasi)," ungkap Wawan kepada Okezone.

Inti yang ingin disampaikannya adalah, bahwa selama ini para mantan KNIL, baik yang bertugas di masa sebelum dan sesudah revolusi, kerap dicap pengkhianat, lantaran bersedia menjadi alat kolonial Hindia-Belanda.

Dogma itu mungkin akan terus ada, terlebih bagi mereka yang kemudian memilih kembali jadi anggota KNIL dan tak menggabungkan diri ke TNI, pasca-Jepang keluar dari Indonesia.

Namun bukan berarti mereka tak punya pembelaan. Karena seperti yang dikutip penulis dari seorang mantan KNIL yang juga salah satu tokoh besar TNI, Didi Kartasasmita, bahwa mereka (pernah) berkarier sebagai tentara Belanda demi urusan perut.

"Saya menjadi KNIL karena urusan perut. Tampaknya beberapa rekan saya pun begitu. Mereka menjadi alat pemerintah kolonial bukan karena ideologi, tapi untuk memenuhi kebutuhan hidup,". (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.