Senin, 27 Apr 2026

Eropa Perketat Pengamanan Tahun Baru 2016

Kamis, 31 Des 2015 15:35
newyearseveblog
Ilustrasi perayaan tahun baru di Eropa.
TEROR Paris ternyata masih menyisakan trauma mendalam di benak negara-negara Eropa. Perayaan akhir tahun yang biasa dimulai sejak Natal hingga menyambut tahun baru, yang seharusnya membawa sukacita dan dirayakan secara meriah setiap tahunnya, kini malah suram.

Tidak hanya warga di daerah konflik yang bermuram durja, demikian juga mereka yang berada di negara Barat sekelas Eropa. Sejumlah larangan dan pengamanan ketat diedarkan ke seluruh pelosok negeri, terutama di ruang-ruang publik yang ramai di ibu kota.

Hal ini ditambah dengan adanya beberapa penangkapan terhadap orang-orang yang diduga terkait jaringan terorisme di Ankara dan Austria dalam sepekan terakhir.

Berikut Okezone merangkum situasi pengamanan pada perayaan tahun baru 2016 yang dilakukan empat negara di Benua Biru:

1. Rusia

Negeri Tirai Besi yang belakangan menggempur habis-habisan pusat kilang minyak ISIS di Raqqa, Suriah ternyata termasuk salah satu negara di Eropa yang memperketat keamanan di negaranya guna mencegah serangan teroris.

Otoritas Moskow menyatakan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Lapangan Merah (Red Square) yang merupakan alun-alun kota terbesar di Rusia tahun ini ditutup alias dilarang untuk didatangi. Padahal biasanya, di lokasi inilah warga Rusia dan wisatawan mancanegara berkumpul untuk bersama-sama menghitung mundur detik pergantian tahun.

"Lapangan itu sudah disewa untuk konser yang akan direkam oleh salah satu stasiun TV. Hanya tamu undangan yang boleh masuk. Sementara, warga lain yang nekat menerobos masuk ke Lapangan Merah akan diminta pergi oleh polisi," kata Kepala Keamanan Moskow, Alexey Mayorov, dilansir dari Deutsche Welle, Kamis (31/12/2015).

2. Jerman

Pengamanan serupa juga dikerahkan di Berlin. Para warga dilarang membawa ransel, rompi, kursi lipat, botol minum, megafon dan pulpen laser serta kembang api saat perayaan tahun baru 2016 diBradenburg Gate dan Victory Column. Di Bradenburg Gate, bahkan larangan itu sudah diberlakukan sejak malam Natal 2015.

Pemerintah juga telah menyiapkan 900 petugas keamanan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan orang-orang yang menyambut pergantian tahun di ibu kota Jerman tersebut.

Sebelumnya, pesta kembang api dan petasan sudah dilarang diluncurkan di sekitar tempat pengungsian. Karena dikhawatirkan membangkitkan kembali trauma para pengungsi saat mendengar suara ledakan dan tembakan di negara asalnya.

3. Prancis

Perayaan Tahun Baru di Paris juga tidak kalah menegangkan. Dua lokasi padat pengunjung yang dekat dengan ikon Kota Mode, Menara Eiffel akan diiringi penjagaan super ketat. Kembang api dilarang, tetapi kegiatan kumpul-kumpul di Champs-Elysees diperbolehkan.

Proyeksi lampu-lampu pada Arc de Triomphe akan lebih sedikit dari biasanya, empat layar raksasa akan ditempatkan pada interval agar tidak mengundang ke rumunan terlalu banyak.

"Kami memutuskan untuk merayakan Tahun Baru dengan cara yang lebih tenang tanpa keriuhan pawai," ujar Mayor Anne Hidalgo, seperti dikutip dari BBC.

4. Inggris

Setali tiga uang dengan negara-negara tetangganya, Negeri Ratu Elisabeth juga berencana mengerahkan 3.000 polisi metropolitan London untuk menjaga keamanan ibu kota. Jumlah ini belum termasuk pasukan tambahan lainnya.

Diwartakan Daily Mail, Britania Raya meminta seluruh petugas keamanannya bersiaga penuh selama malam perayaan tahun baru 2016 setelah adanya peringatan dari intelijen mengenai adanya kemungkinan penyerangan yang dilakukan oleh umat Muslim fanatik di beberapa kota besar di Eropa.

Sebenarnya, belum ada ancaman serangan secara spesifik mengarah ke Inggris apalagi London. Namun pemerintah setempat tetap meminta petugasnya waspada menjaga 100 ribu orang yang diperkirakan akan menonton festival kembang api di London.

5. Belgia

Perdana Menteri Belgia Charles Michel mengemukakan, Brussels masih dalam status waspada teroris. Mereka menerima laporan ancaman-ancaman serangan saat malam perayaan tahun baru. Oleh karena itu, ibu kota Belgia memutuskan untuk tidak merayakan pergantian tahun secara besar-besaran.

"Dalam keadaan seperti ini, tidak mungkin kami bisa memeriksa semua orang," kata Wali Kota Brussels Yvan Mayeur.

Untuk itu, semua perayaan dan festival kembang api dilarang di negara bagian barat benua Eropa ini.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.