Kamis, 28 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Fakta Kota Isfahan di Iran Kena Serang AS: Punya Nuklir-Muncul Pengikut Dajjal

Peristiwa

Fakta Kota Isfahan di Iran Kena Serang AS: Punya Nuklir-Muncul Pengikut Dajjal

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 07 Mar 2026 13:26
(FotoDetik.com)
Isfahan - Kota Isfahan menjadi salah satu kota di Iran yang jadi sasaran serangan udara gabungan oleh AS dan Israel. Simak fakta-fakta menarik kota ini. Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran tidak hanya berpusat di ibu kota Teheran, tetapi juga menyasar sejumlah kota besar lainnya.

Melansir BBC, Sabtu (7/3/2026), serangan tersebut terjadi di lima kota utama, yakni Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, dan Teheran. Ledakan dilaporkan terdengar di kelima kota tersebut dan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas.

Sementara itu, media Iran Tasnim melaporkan bahwa gelombang serangan udara gabungan AS-Israel telah dimulai sejak akhir Februari 2026. Di Kota Isfahan, sedikitnya 47 orang dilaporkan tewas, sementara sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik mengalami kerusakan.

Kota Isfahan sendiri terletak di wilayah Iran bagian tengah dan dikenal sebagai salah satu pusat sejarah serta budaya terpenting di negara tersebut.

Selain memiliki warisan arsitektur dan peradaban Persia yang kaya, Isfahan juga merupakan kawasan industri dan infrastruktur strategis, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir Iran di provinsinya.

Di balik situasi konflik yang terjadi, Isfahan menyimpan sejumlah fakta menarik yang menjadikannya kota penting dalam sejarah dan perkembangan Iran.

Berikut Fakta-fakta Menarik Kota Isfahan:

1. Dijuluki Kota Separuh Dunia
Isfahan dikenal dengan julukan Persia "Nesf-e Jahan" atau "Half of the World" yang berarti kota separuh dunia. Julukan ini populer sejak era Dinasti Safawi pada abad ke-16 ketika Isfahan menjadi ibu kota kekaisaran dan berkembang menjadi pusat seni, arsitektur, perdagangan, serta intelektual Islam.

Kota ini memiliki banyak bangunan-bangunan tua bersejarah dan megah khas bangsa Persia, masjid-masjid yang indah, dan jembatan kuno yang membentang di atas Sungai Zayandeh Rud yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

2. Punya Fasilitas Nuklir
Melansir media Iran Internasional, Rabu (4/3), Isfahan juga dikenal secara internasional karena keberadaan fasilitas konversi uranium atau Uranium Conversion Facility( UCF) yang menjadi bagian dari program nuklir Iran. Lokasi ini bahkan dilaporkan menyimpan uranium yang diperkaya hingga 60 persen di fasilitas bawah tanahnya.

Lembaga pengawas nuklir PBB juga telah mengidentifikasi Isfahan sebagai salah satu situs pengayaan uranium Iran meskipun akses inspeksi dibatasi sejak serangan udara sebelumnya. Isfahan menjadi salah satu titik penting dalam pengayaan bahan nuklir Iran. Karena itu, wilayah ini kerap menjadi sorotan dalam dinamika konflik Iran dengan negara Barat dan Israel.

3. Pernah Menjadi Lokasi Komunitas Yahudi Terbesar di Persia
Isfahan merupakan negara terbesar ketiga setelah Teheran dan Masyhad di Iran. Kota ini dikenal dengan megahnya arsitektur dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Mengutip informasi Britannica, Rabu (4/3), Isfahan terletak di tepi utara Sungai Zayandeh dengan ketinggian 1.600 mdpl, 340 kilometer di sebelah selatan Teheran.

Isfahan memiliki sejarah panjang komunitas Yahudi yang telah tinggal di wilayah Persia selama lebih dari 2.500 tahun. Menurut laporan dari ANU Museum of the Jewish People, Isfahan termasuk salah satu kota dengan populasi Yahudi signifikan di Iran. Meski jumlahnya kini menyusut, komunitas Yahudi tetap diakui sebagai minoritas resmi di Iran.

Komunitas Yahudi pertama kali tercatat pada masa pemerintahan Sassaniyah Firuz sekitar tahun 472. Kota ini juga tercatat sebagai tempat kelahiran gerakan sektarian Yahudi pertama yang dipimpin oleh Abu Isa pada masa Khalifah Umayyah (685-705).

Setelah Revolusi Islam Iran pada 1979, yang dipimpin oleh Ruhollah Khomeini, situasi politik dan sosial di Iran berubah secara drastis. Banyak warga Yahudi meninggalkan Iran karena ketidakpastian politik, perubahan sistem pemerintahan menjadi Republik Islam, serta meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.

Namun demikian, tidak semua komunitas Yahudi meninggalkan Iran. Sebagian kecil kelompok memilih tetap tinggal dan mengklaim diri sebagai Yahudi Iran. Hal ini dipertegas oleh fatwa dari Ayatollah Khomeini yang menyebut bahwa Yahudi Iran tidak serumpun dengan Zionis Israel.

Sejak saat itu, komunitas Yahudi di Iran secara resmi diakui sebagai salah satu minoritas agama yang dilindungi konstitusi Republik Islam Iran, bersama komunitas Kristen dan Zoroaster.

4. Tempat Keluarnya Kelompok Pengikut Dajjal
Melansir informasi dari situs Universitas Internasional Papua, Kota Isfahan pernah disebutkan dalam sebuah riwayat yang dikaitkan dengan kemunculan Dajjal di akhir zaman.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menyebut Isfahan sebagai kota yang menjadi asal para pengikut Dajjal. Hadis tersebut diartikan sebagai berikut:

"Dajjal akan diikuti oleh 70.000 Yahudi dari Isfahan, mereka memakai selendang thayalisah (selendang persia)," (HR. Muslim).

Ciri yang disampaikan oleh Rasulullah dalam hadisnya tersebut sejalan dengan pakaian bangsa Persia di Isfahan yang menggunakan selendang thayalisah. Thayalisah sendiri merupakan selendang yang dipakai di pundak, menyerupai baju/jubah dan tidak memiliki jahitan yang biasanya dipakai orang-orang Isfahan.

6. Memiliki Bazar Tertua dan Terpanjang di Timur Tengah
Mengutip Iran Negin Travel, Rabu (4/3), Grand Bazaar of Isfahan atau Bazar-e Bozorg dalam bahasa Persia merupakan salah satu pasar tradisional tertua di kawasan Timur Tengah yang telah beroperasi selama berabad-abad.

Bazaar ini menjadi pusat perdagangan sejak era Safawi, menghubungkan alun-alun utama dengan Masjid Jameh. Terletak di sisi utara Lapangan Naqsh-e Jahan, pasar ini merupakan objek wisata yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
Sumber: (Detik.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.