Selasa, 28 Apr 2026

ISIS Deklarasikan Perang terhadap Umat Muslim

Sabtu, 23 Jan 2016 08:35
Express
Majalah propaganda ISIS edisi ke-13.
ISIS telah mengusulkan kepada para pengikutnya untuk maju memerangi semua umat Islam lainnya melalui sebuah artikel di edisi ke-13 majalah propaganda mereka, berjudul "The Rafidah: From Ibn Saba to the Dajjal".

Deklarasi perang ini khususnya ditujukan kelompok teroris itu kepada umat Muslim Syiah di Timur Tengah. Sebagai penganut Sunni, aliran Islam terbesar di dunia, ISIS mengusung judul Rafidah, yang merujuk pada istilah yang merendahkan Muslim Syiah dan dapat diterjemahkan sebagai 'kafir'.

Majalah propaganda Dabiq memuat retorika kekerasan yang ditujukan terhadap Syiah, dengan menyebut mereka sebagai pengikut ajaran sesat.

"Beberapa dari mereka adalah orang Yahudi yang memalsukan ajaran Islam, sama seperti Paulus, orang Yahudi yang kemudian menyimpang dari jalannya dan ikut-ikutan menyebarkan ajaran Kristiani yang sesat itu," kata Tbi ash Sha'b, yang meninggal pada 719 M. Sebagaimana dilansir dari Express, Sabtu (23/1/2016).

"Rafidah membenci Islam, sama halnya dengan Yahudi membenci Kristen. Mereka tidak memasuki Islam demi Allah, apalagi takut kepada-Nya. Melainkan karena dendam kepada masyarakat Islam dan untuk menimbulkan kerugian atas mereka (masyarakat Islam lain)," seru artikel tersebut, memfitnah Syiah sekaligus upaya untuk menanamkan kebencian atas Syiah di benak pengikutnya.

Islam Sunni dan Syiah telah lama bertikai. Keduanya sama-sama menjalani ajaran Nabi Muhammad SAW. Bedanya, Islam Sunni meyakini penerus Muhammad, untuk memimpin umat Islam adalah orang-orang berbakat dan terpilih yang berasal dari pengikut Muhammad. Sementara bagi kaum Syiah, tidak ada pemimpin yang layak, selain mereka yang berasal dari darah daging alias keturunan sang nabi besar sendiri.

Kelompok teroris ISIS selama ini mengumandangkan tujuan mulia untuk menegakkan khalifah. Akan tetapi, dalam setiap aksinya mereka membunuh tidak hanya orang barat dan yang dianggap kafir, juga umat Muslim di berbagai penjuru dunia.

Seperti kata Ketua Mahkamah Syariah Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim, teroris adalah pelaku kejahatan barbar yang tidak memandang warna kulit, agama, maupun ideology target serangannya.

"Misi mereka adalah untuk merobek cinta dan kedamaian dari orang-orang, dan untuk menabur permusuhan antara sesama umat manusia, bahkan kepada mereka yang tidak pernah kita kenal sebelumnya," ujar dia.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.