Kamis, 28 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Ilmuwan Dunia Peringatkan: Jam Kiamat Kini Tinggal 85 Detik, Perang dan AI Jadi Pemicu

Berita

Ilmuwan Dunia Peringatkan: Jam Kiamat Kini Tinggal 85 Detik, Perang dan AI Jadi Pemicu

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 28 Jan 2026 15:16

JAKARTA �" Umat manusia disebut berada di titik paling berbahaya dalam sejarah modern. Buletin Ilmuwan Atom (Bulletin of the Atomic Scientists) mengumumkan, bahwa Jam Kiamat (Doomsday Clock) kini menunjukkan 85 detik menuju tengah malam, simbol kehancuran global.

Penyesuaian terbaru ini diumumkan pada Selasa 27 Januari 2026, dan mencerminkan meningkatnya ancaman terhadap kelangsungan hidup manusia, mulai dari konflik bersenjata antarnegara besar, perubahan iklim ekstrem, hingga risiko baru dari kecerdasan buatan (AI).

Para ilmuwan menyoroti perang Ukraina serta serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada musim panas lalu sebagai faktor utama yang memperburuk ketegangan global. Konflik tersebut dinilai menciptakan “tren negatif” karena melibatkan negara-negara berkekuatan nuklir.

"Persaingan antar kekuatan besar telah berubah menjadi perlombaan senjata skala penuh," tulis Buletin Ilmuwan Atom, seraya mengkritik kebijakan yang dinilai semakin agresif, bermusuhan, dan nasionalistik, seperti dilansir dari rt.com, Rabu (28/1/2026).

Selain konflik militer, kelompok ilmuwan itu juga memperingatkan rencana Amerika Serikat untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal ‘Golden Dome’ yang didukung Presiden Donald Trump. Proyek tersebut dikhawatirkan memicu perlombaan senjata di luar angkasa.

Ancaman lain datang dari berakhirnya Perjanjian New START antara Rusia dan AS, satu-satunya perjanjian pengendalian senjata nuklir yang masih tersisa. Jika tidak diperpanjang, kedua negara akan memasuki era tanpa pembatasan persenjataan nuklir sama sekali.

Di luar isu militer, respons global terhadap krisis iklim juga dinilai memburuk. Para ilmuwan menyebut upaya internasional telah berubah dari “sangat tidak memadai” menjadi “sangat merusak,” sembari menuding pemerintah AS melancarkan “perang terhadap energi terbarukan.”

Tak hanya itu, ilmuwan juga mengangkat ancaman yang lebih futuristik, seperti “kehidupan cermin”�"organisme sintetis hasil rekayasa kimia yang berpotensi lepas kendali dan mengganggu seluruh ekosistem Bumi.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) pun dianggap membawa risiko serius. AI disebut dapat dimanfaatkan untuk merancang bakteri atau virus baru, menciptakan ancaman biologis yang belum pernah ada sebelumnya.

Sebagai catatan, Jam Kiamat dimajukan 10 detik pada 2023, 1 detik pada 2025, dan kini kembali bergerak lebih dekat ke tengah malam. Para ilmuwan menegaskan bahwa simbol ini bukan ramalan, melainkan peringatan keras bagi para pemimpin dunia untuk segera bertindak.(okezone.news)


Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.