Sabtu, 13 Jun 2026

Kekuatan militer Negara Barat telah dilewati Asia

Jumat, 12 Feb 2016 15:44
Merdeka.com
Laporan teranyar dari Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) menyebutkan, kekuatan militer negara Barat kini kian memudar seiring negara Asia makin maju dalam teknologi militer.

Dalam laporan itu dikatakan teknologi persenjataan militer yang selama ini dikuasai Barat kini sudah bisa dikuasai juga oleh negara-negara lain di dunia.

Russia Today melaporkan, Selasa (9/2), laporan bertajuk "Keseimbangan Militer 2016" itu membeberkan hasil survei terhadap pengeluaran militer 171 negara di seluruh dunia. Laporan yang dirilis saban tahun ini kerap menjadi sumber rujukan penting di bidang militer dan pertahanan bagi kebijakan keamanan nasional.

IISS menuturkan, teknologi seperti rudal balistik dari kapal perang, kehebatan pesawat tanpa awak (drone), dan kecanggihan persenjataan militer lainnya yang selama ini banyak dikuasai negara Barat kini sudah banyak dipakai pula oleh negara-negara lain.

Sejak 2011 negara-negara yang menguasai dan memakai teknologi drone sudah bertambah dua kali lipat. China bahkan mengekspor drone ke negara-negara sekutunya seperti Irak dan Nigeria.

Dalam laporan IISS itu juga diungkapkan soal pengeluaran militer Rusia, negara Asia, dan negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Anggaran militer Rusia pada 2015 meningkat dan menyebabkan anggaran pertahanan di negara-negara dunia juga naik sebesar 20 persen. Negara-negara di Asia bahkan membelanjakan uang USD 100 miliar lebih banyak ketimbang negara-negara Eropa yang tergabung dalam NATO.

Sejak 2001 jumlah batalyon militer di sejumlah negara kuat NATO dan di Amerika juga menyusut dari 649 menjadi 185. Pesawat tempur Inggris yang tadinya berjumlah 475 unit.
pada 1991 kini tinggal 194 saja. Jet tempur Prancis juga berkurang dari 579 armada menjadi hanya 271.

Dalam jumpa pers di London, Direktur IISS John Chipman menyatakan, superioritas negara Barat dalam teknologi persenjataan militer selama 20 tahun terakhir kini mulai merosot.

"Mencegah tren ini atau mengembalikan kejayaan Barat akan menjadi isu utama bagi para ahli militer Barat dalam beberapa dekade ke depan," kata dia.

Laporan IISS mengungkapkan Inggris kini tengah berusaha menjadi yang terdepan dalam teknologi pesawat drone bertenaga surya, sedangkan Amerika Serikat masih mengembangkan teknologi paling canggih bagi pesawat tanpa awak.

"ISIS dan kelompok militan lain tak bisa diberantas hanya dengan cara militer saja. Melumpuhkan kelompok ekstrem itu harus melalui kerja sama multinasional jangka panjang dengan memadukan kebijakan politik, militer, keamanan, informasi, dan pengembangan teknologi." (merdeka.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.