Senin, 04 Mei 2026

Kisah Nicolaus Copernicus, Bapak Astronomi Modern

Selasa, 20 Feb 2018 08:49

DUNIA astronomi harus berterima kasih kepada Nicolaus Copernicus. Sebab, pria Polandia itu adalah ilmuwan Benua Eropa pertama yang mengatakan bahwa bumi dan planet-planet lain mengitari Matahari, bukan sebaliknya seperti pendapat umum saat itu.

Nicolaus Copernicus lahir di Torun, kota kecil dekat Sungai Vistula, pada 19 Februari 1473, di sebuah keluarga saudagar yang cukup ternama. Setelah ayahnya meninggal, Copernicus diasuh oleh pamannya yang kelak menjadi seorang uskup.

Sang paman memastikan bocah itu mendapat pendidikan terbaik demi memuluskan langkah dalam bidang keagamaan dengan cara mengikuti hukum kanonik (tata cara Katolik). Copernicus muda belajar seni liberal di University of Krakow, termasuk astronomi dan astrologi. Ia kemudian dikirim ke Italia untuk belajar kedokteran dan hukum.

Saat menempuh pendidikan di University of Bologna, Italia, Copernicus tinggal di rumah milik Domenico Maria de Novara, ahli astronomi terkenal di universitas tersebut. Ia sering membantu Domenico dalam mengamati bintang-bintang demi membuktikan bahwa astrologi dan astronomi adalah dua hal yang berbeda.

Novara adalah orang pertama yang mengritik sistem Ptolemeus, paham yang percaya bahwa bumi adalah pusat tata surya. Copernicus nampaknya terinspirasi dari pemikiran Domenico Maria de Novara.

Sang pemuda kemudian menempuh pendidikan di University of Padua dan pada 1503 menerima gelar doktor dalam hukum kanonik di University of Ferrara. Ia kembali ke Polandia dan menjadi pengurus gereja sekaligus seorang dokter. Di waktu senggangnya, Copernicus mendedikasikan dirinya untuk penelitian ilmiah, termasuk astronomi.

Melansir dari History, Selasa (20/2/2018), reputasinya sebagai ahli astronomi mulai menampakkan hasil ketika pada 1514. Copernicus diajak oleh gereja untuk mendiskusikan perubahan dalam sistem kalender yang dibentuk oleh Julius Caesar sejak zaman Romawi.

Hingga saat itu, orang Eropa masih percaya pada paham yang ditemukan oleh Ptolemy pada abad ke-2 Masehi. Ia menyatakan bahwa bahwa matahari, planet, dan bulan bergerak dalam lingkaran kecil di sekitar lingkaran yang jauh lebih besar yang mengelilingi Bumi. Paham itu diterima oleh Eropa hingga 1.000 tahun ke depan.

Akan tetapi, hingga saat Copernicus lahir, bukti-bukti yang dikumpulkan ahli-ahli astronomi berpendapat sebaliknya. Para ahli itu tidak setuju dengan urutan-urutan planet dari bumi hingga Copernicus datang untuk menyelesaikannya pada abad ke-16.

Nicolaus Copernicus dikenal dengan teori heliosentrisnya di mana bumi dan planet lain mengeliling matahari. Ia mempertahankan kepercayaan kuno bahwa lingkaran mengatur langit, namun buktinya menunjukkan bahwa bahkan di alam semesta yang terpusat pada matahari, planet dan bintang tidak berputar mengelilingi matahari dalam orbit melingkar.

Adanya pertentangan berbagai paham saat itu membuatnya menunda penerbitan karyanya, 'De revolutionibus orbium coelestium libri vi' atau 'Enam Buku tentang Revolusi Orbit Surgawi'. Buku selesai ditulis pada 1530, tetapi baru diterbitkan pada 1543, tahun terakhir Copernicus di dunia.

Dalam karya tersebut, Copernicus pendapat bahwa bahwa Bumi dan planet-planet berputar mengelilingi matahari membawanya untuk membuat sejumlah penemuan astronomi utama lainnya. Sementara berputar mengelilingi matahari, Bumi, menurutnya, berputar pada porosnya setiap hari dan Bumi membutuhkan satu tahun untuk mengorbit matahari.

Selama beberapa dekade, pendapat Copernicus itu tetap tidak diakui oleh semua kecuali astronom berpikiran modern, yakni para pengagum pendapat tersebut. Baru pada awal abad ke-17 Galileo dan Johannes Kepler mengembangkan dan mempopulerkan teori Copernicus, yang bagi Galileo berujung pada pengadilan agama karena dianggap mengembangkan ajaran sesat.

Mirip dengan teori Isaac Newton dalam mekanika langit di akhir abad ke-17, teori Copernicus akhirnya dengan cepat diterima dan menyebar di negara-negara non-Katolik. Pada akhir abad ke-18, teori Nicolaus Copernicus akhirnya diterima secara universal.

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.