Rabu, 27 Mei 2026

Internasional,

Malaysia Bentuk Tim Pemantau Gencatan Senjata Thailand-Kamboja

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 30 Jul 2025 10:16
Berita satu.com
Militer Malaysia mengumumkan pembentukan dua tim pemantau yang akan ditempatkan di Kamboja dan Thailand untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata antara kedua negara.

Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia (MAF), Jenderal Mohd Nizam Bin Haji Jaffar, menyampaikan pengumuman tersebut saat kunjungan ke Kamboja pada Selasa (29/7/2025). “Tujuan utama kami adalah memastikan pemantauan yang efektif dan implementasi perjanjian gencatan senjata secara praktis dengan hasil yang jelas,” ujarnya.

Dua tim pemantau akan ditempatkan secara terpisah di Kamboja dan Thailand. Tim ini dipimpin oleh atase militer Malaysia di masing-masing negara dan mulai bekerja pada Rabu (30/7/2025), sehari setelah gencatan senjata resmi diberlakukan pada Selasa dini hari kemarin .

Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF), Jenderal Vong Pisen, menyambut baik langkah Malaysia. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap peran Malaysia dalam menjaga perdamaian kawasan serta mendorong mekanisme pemantauan independen demi memastikan stabilitas jangka panjang.

Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Seiha, sebelumnya juga menyatakan kemungkinan mengundang delegasi diplomatik asing dan atase militer untuk memantau langsung situasi di perbatasan.

Kepala Komite Urusan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Nasional Kamboja, Lim Menghour, menilai mekanisme pemantauan internasional sebagai elemen kunci guna memastikan seluruh kesepakatan gencatan senjata dijalankan dengan baik.

Bentrokan antara pasukan Kamboja dan Thailand pecah pada 24 Juli 2025 di sekitar kuil Ta Moan Thom dan meluas ke beberapa titik perbatasan lain. Konflik ini menjadi yang paling serius dalam lebih dari satu dekade, menewaskan 38 orang, terdiri atas 25 korban dari pihak Thailand dan 13 dari Kamboja.

Kesepakatan gencatan senjata akhirnya tercapai pada 28 Juli setelah perundingan di Malaysia yang dimediasi langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Dalam kesepakatan itu, kedua pihak sepakat tidak mengerahkan atau memindahkan pasukan tambahan di sepanjang garis perbatasan untuk menjaga perdamaian yang baru tercapai.***(Berita Satu.com)

Sumber: Berita satu.com

Internasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Mei 2026 09:42

    Simpan Sabu Dalam Bra, Gerombolan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk Polsek Peranap

    INHU - Peredaran narkotika kembali menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Indragiri Hulu. Kali ini, jajaran Polsek Peranap berhasil membongkar dugaan jaringan penyalahgunaan narkot

  • Kamis, 21 Mei 2026 09:26

    Polsek Kelayang Ungkap Kasus Narkotika Di Desa Talang Pring, Dua Tersangka Dibekuk BB Puluhan Gram Sabu

    INHU-Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu kembali membuahkan hasil. Personel Polsek Kelayang berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di D

  • Rabu, 20 Mei 2026 11:01

    Pengedar Sabu di Kampung Besar Seberang Diciduk Satresnarkoba Polres Inhu, Sejumlah Barang Bukti Disita

    INHU-Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Rengat kembali berhasil diungkap jajaran Satresnarkoba Polres Indragiri Hulu. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu diamankan polisi s

  • Minggu, 10 Mei 2026 11:51

    Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita

    Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P

  • Sabtu, 09 Mei 2026 06:59

    Kunjugan Bhabinkamtibmas Polsek Kelayang, Modernisasi Ketahanan Pangan Masa Depan

    INHU-Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Salah satunya melalui peran aktif Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke la

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.