- Home
- Internasional
- Mantan Menhan Beberkan Rencana Israel Serang Iran
Mantan Menhan Beberkan Rencana Israel Serang Iran
Minggu, 23 Agu 2015 19:41
YERUSALEM – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Ehud Barak telah membeberkan rencana Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu Israel untuk menyerang langsung Iran pada 2009 silam. Bukan hanya sekali, namun tiga kali.
Kedati demikian, rencana yang didukung oleh PM Netanyahu itu ditolak oleh Kepala Angkatan Militer Israel saati itu, Jenderal Gaby Ashkenazi.
Menteri Pertahan Israel periode 2007-2013 itu membeberkan semuanya ketika diwawancarai oleh stasiun televisi swasta Channel 2 seperti dilansir dari AFP, Minggu (23/8/2015).
Barak menyatakan, ia dan Netanyahu pernah menyetujui rencana itu. Namun, Kepala Angkatan Militer Israel saati itu, Jenderal Gaby Ashkenazi, tidak memberikan respon positif.
"Penerus Ashkenazi, Benny Gantz mengatakan kepada pemimpin politik di negara ini bahwa kemungkinan untuk menyerang Iran selalu ada, namun kalian tahu keterbatasan dan risiko yang akan didapatkan," ungkap Barak.
Selain itu, sambungnya, perwakilan militer dalam bidang pertahanan di kabinet Israel, yaitu Moshe Yaalon and Yuval Steinitz juga tidak menyetujui rencana itu. Alhasil, suara mayoritas yang diharapkan untuk memuluskan rencana itu pun sirna.
Moshe Yaalon yangsaat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan, ketika itu memegang portfolio urusan yang strategis. Sedangkan Yuval Steinitz, kini menjadi Menteri Energi dan Infrastruktur yang kemudian diangkat menjadi Menteri Keuangan Israel.
Dirinya menambahkan, Israel kembali memiliki keinginan untuk menyerang Iran pada 2012. Namun terpaksa ditangguhkan karena bertepatan dengan latihan perang bersama Amerika Serikat (AS). "Ini akan cenderung memalukan bagi Washington dan memberikan kesan jika AS terlibat langsung dalam perang itu," tuturnya.
Pada tahun 2013, Netanyahu menuding pendahulunya Ehud Olmert telah menghabiskan dana hampir tiga miliar dolar sebagai persiapan untuk menyerang Iran. Namun hal itu tidak pernah terwujud.
Selama bertahun-tahun, Netanyahu telah menyuarakan ancaman untuk menggunakan opsi militer guna mencegah Iran mendapatkan program senjata nuklir. Ia pun dengan tegas menolak kesepakatan nuklir internasional yang berujung pada pencabutan sanksi ekonomi bagi Iran.
PM Netanyahu dan sebagian politisi Israel meyakini jika perjanjian tersebut tidak akan mampu meredam keinginan Iran untuk mempunyai senjata nuklir yang bisa digunakan untuk melawan Negara Zionis itu.
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener