Selasa, 28 Apr 2026

Meski Konflik, Yaman Jadi Tujuan Ribuan Pengungsi

Kamis, 21 Jan 2016 16:14
Reuters
Meski tengah dilanda konflik, Yaman menjadi tujuan ribuan pengungsi
NEW YORK – Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) mengungkapkan, meskipun konflik tengah berkecamuk di Yaman, ribuan orang Ethiopia dan Somalia terus melakukan pelayaran penuh bahaya ke sana.

Pada 2015, lebih dari 92 ribu orang tiba di Yaman dengan menggunakan perahu. Menurut UNHCR, jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dalam satu dekade terakhir.

Sementara 95 orang dilaporkan tewas pada tahun lalu, dan itu adalah tahun kedua yang paling mematikan. Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan, menurut data UNHCR, pada awal Januari, 36 orang meninggal saat menyeberangi Teluk Afrika.

Sebagaimana diberitakan Xinhua, Kamis (21/12016), masih berdasarkan data UNHCR, Yaman menampung lebih dari 266 ribu pengungsi, dan sebanyak 250 ribu di antaranya warga Somalia. Sementara lebih dari 168 ribu orang telah menyelamatkan diri dari Yaman ke berbagai negara tetangga sejak Maret 2015.

Saat konflik terus berkecamuk di Yaman, warga menanggung beban berat dan lebih dari 2,5 juta orang yang kini menjadi pengungsi di negeri mereka. "UNHCR mengeluarkan peringatan lain mengenai bahayanya pelayaran," tambah Haq.

Juru Bicara UNHCR Adrian Edwards mengatakan, jumlah seluruh pengungsi itu mengkhawatirkan. "Orang terus berdatangan meskipun konflik di dalam negeri Yaman terus berkobar dengan tingkat yang tak pernah terjadi sebelumnya, dan tragisnya makin banyak orang kehilangan nyawa mereka saat berusaha menyeberangi laut di perahu yang kelebihan penumpang dan tak layak berlayar," katanya di Jenewa, Selasa 18 Januari 2016.

Haq mengatakan, UNHCR dan mitranya telah bekerja sama dengan masyarakat internasional serta Pemerintah Somalia untuk meningkatkan kondisi politik, keamanan, dan sosial-ekonomi di negeri tersebut. Semua organisasi juga secara aktif mendorong dicapainya penyelesaian langgeng buat pengungsi, orang yang pulang dan orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka.

"Semua upaya ini bertujuan menyediakan pilihan buat orang Somalia yang melakukan pelayaran berbahaya ke Yaman," katanya.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.