Sabtu, 13 Jun 2026

Meski Konflik, Yaman Jadi Tujuan Ribuan Pengungsi

Kamis, 21 Jan 2016 16:14
Reuters
Meski tengah dilanda konflik, Yaman menjadi tujuan ribuan pengungsi
NEW YORK – Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) mengungkapkan, meskipun konflik tengah berkecamuk di Yaman, ribuan orang Ethiopia dan Somalia terus melakukan pelayaran penuh bahaya ke sana.

Pada 2015, lebih dari 92 ribu orang tiba di Yaman dengan menggunakan perahu. Menurut UNHCR, jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dalam satu dekade terakhir.

Sementara 95 orang dilaporkan tewas pada tahun lalu, dan itu adalah tahun kedua yang paling mematikan. Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan, menurut data UNHCR, pada awal Januari, 36 orang meninggal saat menyeberangi Teluk Afrika.

Sebagaimana diberitakan Xinhua, Kamis (21/12016), masih berdasarkan data UNHCR, Yaman menampung lebih dari 266 ribu pengungsi, dan sebanyak 250 ribu di antaranya warga Somalia. Sementara lebih dari 168 ribu orang telah menyelamatkan diri dari Yaman ke berbagai negara tetangga sejak Maret 2015.

Saat konflik terus berkecamuk di Yaman, warga menanggung beban berat dan lebih dari 2,5 juta orang yang kini menjadi pengungsi di negeri mereka. "UNHCR mengeluarkan peringatan lain mengenai bahayanya pelayaran," tambah Haq.

Juru Bicara UNHCR Adrian Edwards mengatakan, jumlah seluruh pengungsi itu mengkhawatirkan. "Orang terus berdatangan meskipun konflik di dalam negeri Yaman terus berkobar dengan tingkat yang tak pernah terjadi sebelumnya, dan tragisnya makin banyak orang kehilangan nyawa mereka saat berusaha menyeberangi laut di perahu yang kelebihan penumpang dan tak layak berlayar," katanya di Jenewa, Selasa 18 Januari 2016.

Haq mengatakan, UNHCR dan mitranya telah bekerja sama dengan masyarakat internasional serta Pemerintah Somalia untuk meningkatkan kondisi politik, keamanan, dan sosial-ekonomi di negeri tersebut. Semua organisasi juga secara aktif mendorong dicapainya penyelesaian langgeng buat pengungsi, orang yang pulang dan orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka.

"Semua upaya ini bertujuan menyediakan pilihan buat orang Somalia yang melakukan pelayaran berbahaya ke Yaman," katanya.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.