Kamis, 11 Jun 2026

Muncul Suara Aneh dari Rekaman Kokpit Pesawat Rusia yang Jatuh

Rabu, 04 Nov 2015 14:54
Mirror
Ilustrasi kokpit pesawat
KAIRO – Tim penyelidik gabungan yang dipimpin Mesir pada hari ini mulai memeriksa kotak hitam dari pesawat Rusia milik Maskapai Metrojet Kogalymavia yang jatuh di wilayah Sinai.

Berdasarkan investigator Mesir yang baru memeriksa kotak hitam pertama, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR), muncul suara aneh yang terdengar dari ruang kokpit pesawat.

"Dari rekaman kokpit terdengar suara aneh yang sama sekali tidak menunjukkan karakteristik dari penerbangan normal. Ketika suara aneh itu terdengar, waktu menunjukkan saat di mana pesawat Rusia itu belum hilang dari radar," ujar seorang investigator Mesir dalam kondisi anonim, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Rabu (4/11/2015).

"Saat ini kami bersama investigator lainnya dari Rusia, Jerman, Prancis, dan Irlandia, masih harus membagi tugas. Ada yang bertugas untuk mengungkap data black box dan ada yang bertugas di lokasi jatuhnya pesawat untuk menganalisa puing-puing," sambungnya.

Setelah selesai menganalisa puing-puing di lokasi jatuhnya pesawat, tim penyelidik gabungan yang dipimpin Mesir itu baru bisa fokus sepenuhnya untuk mengekstrak data-data yang ada di kotak hitam.

Sebagaimana diberitakan, penyebab jatuhnya pesawat Rusia yang membawa 224 penumpang itu hingga kini masih simpang siur. Namun, petunjuk baru dalam mengungkap penyebab jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan KGL9268 itu mulai bermunculan.

Satelit milik Amerika Serikat (AS) dilaporkan sempat mendeteksi sebuah tanda panas (heat signature) di daerah Sinai tengah beberapa saat sebelum pesawat Airbus A321 milik Metrojet Kogalymavia itu jatuh.

Intelijen AS meyakini bahwa tanda panas yang muncul di satelit mereka adalah akibat dari ledakan tanki bahan bakar atau bom kecil yang mungkin menjadi penyebab jatuhnya pesawat.

Jika benar demikian, maka hasil deteksi satelit tersebut mematahkan klaim kelompok militan ISIS yang menyatakan menembak jatuh pesawat nahas tersebut.

Dari hasil pengamatan terhadap puing-puing pesawat yang tersebar dalam radius 20 kilometer persegi, Metrojet Airbus A321 memang diyakini meledak di udara. Namun, penyebab terjadinya ledakan masih dalam penyelidikan pihak terkait.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 11:09

    Polsek Tanah Putih Intensifkan Patroli Objek Vital Nasional pada Malam Hari

    TANAHPUTIH-Dalam rangka menjaga keamanan dan mencegah terjadinya tindak kriminalitas pada objek vital nasional, personel Polsek Tanah Putih melaksanakan patroli rutin di kawasan operasional PT Pertami

  • Kamis, 11 Jun 2026 10:22

    Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UNM Diganjar Hukuman 4 Tahun 6 Bulan Penjara

    Majelis hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara kepada Khaeruddin, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (UNM), dalam perkara kekerasa

  • Kamis, 11 Jun 2026 10:19

    607 Personel Disiagakan Kawal Tiga Aksi Demo di Jakpus Hari Ini

    Polisi menyiapkan pengamanan untuk mengawal sejumlah aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (11/6/2026).Sebanyak 607 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga situ

  • Kamis, 11 Jun 2026 09:32

    Kantor BGN Disegel Massa, Demonstran: Saat MBG Bermasalah yang Protes Justru Pengelola Dapur

    Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026), diwarnai aksi penyegelan simbolis gedung.Dalam

  • Kamis, 11 Jun 2026 09:15

    Pertamina: Harga BBM Ron 92 di Pasar Internasional Capai Rp21.000 per Liter

    VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan menyampaikan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 di pasar internasional berada di kisaran Rp20.000 â€" Rp21.000 pe

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.