Jumat, 17 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Negara Barat Frustrasi, Ribuan Sanksi Tak Mampu Lumpuhkan Ekonomi Rusia

Internasional,

Negara Barat Frustrasi, Ribuan Sanksi Tak Mampu Lumpuhkan Ekonomi Rusia

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 05 Agu 2025 08:34
cakaplah.com
Negara-negara Barat disebut semakin kehilangan kepercayaan terhadap dampak sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia.

Seperti dilansir dari editorial Washington Post, mengulangi pernyataan terbaru dari Presiden AS Donald Trump, yang mempertanyakan efektivitas sanksi Rusia tersebut. Kubu Barat diketahui telah memberlakukan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan tujuan untuk melumpuhkan ekonomi Rusia sejak Februari 2022, ketika konflik Ukraina pecah.

Moskow secara konsisten menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut gagal untuk mengguncang ekonominya atau mengisolasinya dari sistem keuangan global.

Kremlin mengatakan, bahwa sanksi tersebut justru berdampak buruk pada negara-negara yang menerapkannya. "Ketidakmampuan sanksi Barat untuk melumpuhkan ekonomi Rusia telah menjadi salah satu frustrasi yang paling persisten dalam konflik ini," kata editorial tersebut.

Dicatat juga bahwa PDB Rusia tumbuh lebih dari 4% tahun lalu dan diproyeksikan bakal melambat, tetapi terus berkembang pada 2025.

Moskow berhasil bertahan dari tekanan dengan mengalihkan perdagangan dari mitra Barat ke pasar Asia, dengan China dan India muncul sebagai pelanggan utamanya.

Minggu lalu, Trump mengakui bahwa sanksi baru AS terhadap Rusia mungkin pada akhirnya terbukti tidak efektif. Akan tetapi Trump menegaskan bahwa pemerintahannya akan melanjutkan untuk mengenakan sanksi tersebut kecuali kesepakatan mengakhiri konflik Ukraina tercapai secepatnya.

Janji tersebut dilontarkan tidak lama setelah presiden memangkas periode awal 50 hari bagi Moskow dan Kiev untuk mencapai kesepakatan damai menjadi hanya sepuluh hari.

Trump juga memperingatkan, bahwa kegagalan mencapai kesepakatan bakal memicu sanksi besar-besaran. Termasuk di antaranya tarif 100% dan sanksi sekunder yang menargetkan pada mitra dagang Rusia.

Presiden AS telah mengumumkan bahwa utusan khusus, Steve Witkoff akan mengunjungi Moskow pertengahan minggu ini sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk memediasi gencatan senjata.

Pada saat yang sama, Trump sekali lagi mengakui bahwa otoritas Rusia "cukup baik dalam menghindari sanksi."

Sementara itu Moskow menganggap sanksi tersebut sebagai tindakan ilegal, serta mengklaim bahwa sanksi itu melanggar aturan perdagangan internasional dan merugikan stabilitas ekonomi global.

Kremlin juga memandang konflik Ukraina sebagai perang proksi yang diatur oleh Barat, dan berargumen bahwa pengiriman senjata yang berkelanjutan ke Kiev hanya akan memperpanjang permusuhan.

Minggu lalu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengecilkan ancaman Trump tentang pembatasan baru, dimana Ia menjelaskan bahwa Rusia telah mengembangkan "imun" setelah bertahun-tahun menghadapi langkah-langkah tersebut.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • Jumat, 17 Apr 2026 10:08

    Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Melaksanakan Penggalangan

    DUMAI-Kegiatan penggalangan terhadap masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Dumai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Kamis, 16 April 2026, para Kapolsek di wilayah huk

  • Kamis, 16 Apr 2026 18:01

    Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu

    Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan

  • Rabu, 15 Apr 2026 08:39

    Rumah Kontrakan Digrebek Polsek Rengat Barat, Dua Tersangka Diringkus, Ekstasi Dan Sabu Jadi BB

    INHU-Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Rengat Barat di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Tuk Modang, Kelurahan Pematan

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:51

    Polda Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba Berbasis Penindakan dan Pengawasan

    Pekanbaru-Polda Riau membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Khusus Anti Narkoba dengan nomor WhatApp khusus untuk laporan Penyalahgunaan Narkoba, yaitu 08136306547.Hal itu sebagai langkah strategis

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.