Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Pahlawan Ukraina Ditangkap Terkait Upaya Kudeta dan Rencana Pembunuhan Presiden

internasional

Pahlawan Ukraina Ditangkap Terkait Upaya Kudeta dan Rencana Pembunuhan Presiden

Jumat, 23 Mar 2018 15:30
okezone.com
Nadiya Savchenko dalam sebuah sesi di parlemen Ukraina di Kiev, 15 Maret 2018. (Foto: Reuters)

KIEV - Anggota parlemen Ukraina yang sempat dipuji-puji sebagai pahlawan, Nadya Savchenko dilaporkan telah ditahan oleh pihak berwenang di Kiev. Mantan pilot angkatan udara Ukraina itu dituduh merencanakan kudeta dan serangan teroris.

RT Jumat (23/3/2018) mewartakan, Savchenko ditangkap di Gedung Verkhovnaya Rada (parlemen Ukraina) oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU) pada Kamis, 22 Maret. Sesaat sebelumnya, Parlemen Ukraina mencabut kekebalan hukum yang dimiliki Savchenko sebagai anggota parlemen dan menyetujui penangkapannya.

Anggota parlemen Ukraina diperlihatkan sebuah video yang diperoleh Kantor Kejaksaan Agung Ukraina yang diyakini menunjukkan Savchenko tengah mendiskusikan detail rencana kudeta dengan komplotannya. Dalam video tersebut, Savchenko berencana membunuh Presiden Ukraina, Petro Poroshenko.

Perempuan berusia 36 tahun itu juga dicurigai merencanakan serangan teror yang bertujuan membunuh anggota parlemen, pemerintah dan presiden serta mengorganisir sebuah kudeta.

Nama Savchenko menjadi terkenal di Ukraina dan Barat setelah dia ditangkap di Rusia atas tuduhan terlibat atas kematian dua jurnalis Rusia yang tewas karena mortir saat sedang melaporkan konflik di Ukraina. Pihak berwenang Rusia menyebut Savchenko bertindak sebagai pengintai yang secara sengaja menjadikan non kombatan sebagai sasaran bagi tim mortir.

Setelah penangkapannya di Rusia, Savchenko segera dinyatakan sebagai pahlawan Ukraina. Dia diangkat sebagai anggota parlemen secara in absentia, ditunjuk sebagai anggota delegasi Ukraina untuk PACE (Parlemen Dewan Eropa) dan dijadikan simbol perjuangan melawan Rusia.

Savchenko diadili dan dijatuhi hukuman 22 tahun penjara atas kejahatan tersebut. Media Barat juga menggambarkannya sebagai tokoh heroik yang dianiaya oleh Moskow.

Pada Mei 2016, Presiden Rusia, Vladimir Putin memberikan pengampunan pada Savchenko dan mengizinkannya kembali ke Ukraina.

Namun, setelah berada di Tanah Airnya, Savchenko menjadi pengkritik keras Presiden Petro Poroshenko dan mencalonkan diri sebagai presiden. Sikapnya membuatnya diasingkan oleh anggota parlemen Ukraina lainnya.

Pada Kamis, Savchenko datang ke pemeriksaan kasusnya di parlemen dengan membawa dua granat. Dia mengaku telah membantu menyelundupkan senjata dari wilayah konflik Donbass dan mengatakan bahwa kudeta adalah "cara paling manusiawi untuk mengubah kekuasaan". Dia mengklaim bahwa hanya orang yang malas yang tidak berbicara atau berpikir untuk menggulingkan, meledakkan pemerintahan Presiden Poroshenko atau parlemen.

Namun, dia menyebut aksinya sebagai sebuah provokasi politik dan tidak berniat untuk benar-benar melakukannya.

Konfrontasi Savchenko dengan pihak berwenang semakin meningkat sejak pekan lalu. Para jaksa awalnya ingin memeriksa Savchenko mengenai dugaan hubungan dengan seorang pria bernama Vladimir Ruban, yang ditangkap ketika mencoba menyelundupkan sejumlah besar senjata dari bagian Ukraina yang dikuasai pemberontak ke wilayah yang masih di bawah kendali Kiev.

Otoritas Ukraina mengklaim bahwa Ruban juga merencanakan kudeta bersenjata di Kiev.

Jaksa Agung Ukraina, Yury Lutsenko kemudian meminta parlemen untuk mencabut kekebalan hukum Savchenko setelah dia gagal muncul untuk menjalani pemeriksaan yang telah dijadwalkan.(dka)


(Okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor