Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Pembunuhan Kim Jong-nam, Pengacara: Pernyataan AS Sesuai dengan Pembelaan Siti Aisyah

Pembunuhan Kim Jong-nam, Pengacara: Pernyataan AS Sesuai dengan Pembelaan Siti Aisyah

Rabu, 07 Mar 2018 15:00

JAKARTA – Pengacara Siti Aisyah, terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam, menyambut baik sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap Korea Utara. Gooi Soon Seng mengatakan, pernyataan Negeri Paman Sam itu sudah sesuai dengan pembelaan yang disampaikan pihaknya.

"Keputusan AS yang menyatakan Pyongyang menggunakan senjata kimia VX untuk membunuh saudara tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Malaysia pada 2017, sejalan dengan pembelaan yang dilakukan tim kuasa hukum Siti Aisyah," ujar Gooi Soon Seng dalam pesan singkat yang diterima Okezone, Rabu (7/3/2018).

Sebagaimana diberitakan, Amerika Serikat (AS) resmi menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Korea Utara (Korut) atas kasus pembunuhan Kim Jong-nam. Washington menuduh Pyongyang terlibat dalam pembunuhan yang terjadi di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA2) pada 13 Februari 2017.

"Amerika Serikat menentukan berdasarkan Undang-Undang Kontrol Senjata Kimia dan Biologis serta Penghapusan Persenjataan 1991 (CBW Act) bahwa Pemerintah Korea Utara menggunakan zat kimia VX untuk membunuh Kim Jong-nam di Bandara Kuala Lumpur," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert.

Dua orang perempuan, yakni Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam, didakwa membunuh Kim Jong-nam dengan menggunakan racun VX. Keduanya membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan melumuri wajah pria berusia 46 tahun itu untuk kepentingan video prank.

Pengacara terdakwa, Gooi Soon Seng, mengatakan bahwa pada 5 Januari 2017, Siti Aisyah didekati oleh seorang sopir taksi warga negara Malaysia untuk direkrut sebagai talent video iseng. Keesokan harinya, sopir taksi bernama Komaruddin bin Mosaid alias John memperkenalkan Siti Aisyah kepada Ri Ji-u alias James, yang menyamar sebagai warga Jepang.

Gooi mengklaim pembunuhan Kim Jong-nam memiliki motif politik, dengan banyaknya tersangka utama yang memiliki hubungan dengan Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur. Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan bahwa Siti Aisyah dan Doan Thi Huong hanyalah pion yang dimanfaatkan agen-agen intelijen Korea Utara.

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor