- Home
- Internasional
- Pemotongan Gaji Akan Sebabkan Desersi Massal Militan ISIS
Pemotongan Gaji Akan Sebabkan Desersi Massal Militan ISIS
Senin, 01 Feb 2016 09:12
Serangan udara yang dilancarkan Rusia dan Amerika Serikat (AS) terhadap perdagangan ilegal ISIS, dan direbutnya beberapa wilayah kekuasaan mereka di Irak dan Suriah menyebabkan ISIS kehilangan sebagian sumber pemasukannya. Sebagai dampaknya, Daesh, sebutan lain untuk ISIS terpaksa memotong gaji para militannya hingga 50 persen atau setengahnya.
Sebelumnya para militan sebelumnya, para militan bisa mendapatkan pemasukan antara USD400 hingga USD1.200 (sekira Rp5,4 juta-Rp16 juta)per bulannya, belum termasuk tunjangan untuk istri dan anak-anak mereka. Namun, menurut dokumen yang dirilis oleh lembaga keuangan ISIS, Bayt al Mal, para militan kini hanya mendapatkan sekira USD150 atau sekira Rp2 juta tiap bulan.
Pemotongan gaji ini kemungkinan akan menyebabkan desersi massal di kalangan para militan ISIS, terutama di Suriah, yang sebagian besar pasukannya merupakan tentara bayaran.
"Moral para militan berkurang. Tren ini telah dicatat oleh berbagai badan intelijen," demikian kata pengamat politik asal Prancis, Alexander del Valle, sebagaimana dilansir Sputnik, Senin (1/2/2016).
Namun, pendapat ini diragukan oleh seorang pengamat lainnya, Alain Rodier. Menurut Rodier, pemotongan gaji tersebut tidak akan berpengaruh terlalu banyak karena sebagian besar militan bergabung karena alasan ideologi.
Meski begitu, Rodier mencatat adanya penurunan dalam jumlah militan asing yang direkrut ISIS, yang kemungkinan disebabkan rangkaian kekalahan yang dialami oleh Daesh di Irak dan Suriah.
Meski mengalami kemunduran, ISIS diperkirakan masih memiliki sumber daya dan kekuatan yang cukup untuk bertahan di Irak dan Suriah, setidaknya sampai kota-kota penting seperti Raqqa dan Mosul masih berada dalam kekuasaan mereka. Selain itu, pecahan-pecahan mereka di berbagai wilayah di dunia seperti di Afghanistan, Pakistan dan Afrika juga perlu diperhatikan.
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam