Selasa, 23 Jun 2026
- Home
- Internasional
- Penembakan di Sekolah Filipina, 3 Siswa Tewas dan 7 Terluka
Penembakan di Sekolah Filipina, 3 Siswa Tewas dan 7 Terluka
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 23 Jun 2026 09:16
Dua remaja bersenjata melakukan penembakan di San Jose National High School, Kota Tacloban, Provinsi Leyte, Filipina tengah pada Senin (22/6). Akibat insiden tersebut, tiga siswa kehilangan nyawa dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.
Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 09.00 waktu setempat, dan pihak kepolisian telah mengamankan dua tersangka yang berusia 15 dan 14 tahun.
Salah satu pelaku merupakan siswa kelas 9 di sekolah tersebut, yang ditangkap tak lama setelah penembakan, sedangkan pelaku lainnya menyerahkan diri kepada aparat.
Menurut Letnan Polisi Evalyn Diaz, "Kedua pelaku menembak secara acak di dalam sekolah," ungkapnya kepada AFP.
Penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua remaja tersebut dengan didampingi oleh orang tua mereka, mengingat keduanya masih di bawah umur.
"Kami mendengar bahwa perundungan menjadi motif di balik tindakan mereka, tetapi kami belum sempat menanyai mereka terkait hal itu," tambah Diaz.
Video yang beredar di media lokal menunjukkan momen mengerikan saat siswa berteriak dan menangis sambil bersembunyi di ruang kelas saat suara tembakan terdengar.
Polisi mengungkapkan bahwa salah satu senjata yang digunakan dalam penembakan adalah milik seorang anggota kepolisian.
"Pistol Glock 9 mm itu dimiliki atau diberikan kepada seorang polisi wanita yang bertugas di wilayah Eastern Visayas," jelas juru bicara Kepolisian Nasional Filipina, Allen Rae Co.
Polisi wanita tersebut kini telah diamankan dan sedang menjalani penyelidikan. Selain itu, pistol kaliber .38 yang juga digunakan dalam penembakan terdaftar atas nama sebuah perusahaan jasa keamanan di Cebu City. Hingga saat ini, belum ada informasi terbaru mengenai kondisi para siswa yang terluka.
"Para korban segera dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan dan penanganan medis yang diperlukan," kata kepolisian setempat.
Menanggapi insiden ini, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan menyatakan bahwa ia merasa sedih atas kejadian tersebut.
"Presiden merasa sedih atas kejadian ini," demikian pernyataan dari kantornya.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa Marcos telah menginstruksikan pihak berwenang untuk memastikan keselamatan dan keamanan di seluruh area, kantor, dan fasilitas umum, terutama sekolah.
Kementerian Pendidikan Filipina menyebut peristiwa ini sebagai "situasi siaga tinggi." "Pejabat dari kantor pusat kami, bersama personel kantor regional dan divisi, saat ini berada di lapangan dan berkoordinasi erat dengan pihak sekolah serta aparat penegak hukum untuk mengamankan lokasi," bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Sekolah negeri ini memiliki lebih dari 1.500 siswa, dan Kepolisian Nasional Filipina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kejahatan yang melibatkan penggunaan senjata api cukup sering terjadi di Filipina, sebagian besar disebabkan oleh maraknya peredaran senjata ilegal. Namun, penembakan di lingkungan sekolah tergolong jarang terjadi.
Pada Juli 2022, sebuah insiden penembakan juga terjadi saat upacara wisuda Fakultas Hukum Ateneo de Manila University di Quezon City, yang mengakibatkan tiga orang tewas, termasuk mantan Wali Kota Lamitan, Rose Furigay.(merdeka.com)
Sumber: https://www.merdeka.com/dunia/penembakan-di-sekolah-filipina-3-siswa-tewas-dan-7-terluka-585524-mvk.html
komentar Pembaca