Kamis, 11 Jun 2026

Penyelidik: Pesawat Rusia Hampir Pasti Jatuh karena Bom

Senin, 09 Nov 2015 09:55
REUTERS
Foto udara yang memperlihatkan puing-puing Airbus A321 yang tersebar dalam area sebesar 20 hektare.
KAIRO – Tim penyelidik jatuhnya pesawat Airbus A321 Metrojet Kogalymavia di Sinai, Mesir merasa hampir pasti tragedi itu terjadi akibat ledakan bom. Hal itu disimpulkan dari hasil pemeriksaan rekaman suara kokpit pada saat-saat terakhir jatuhnya pesawat.

Pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak pesawat lepas landas dari Bandara Sharm el Sheikh, Mesir, pada 31 Oktober 2015. Beberapa saat setelah hilang kontak dengan menara kontrol, pesawat tersebut dilaporkan telah jatuh di wilayah Sinai Tengah dan seluruh penumpangnya dilaporkan tewas.

"Indikasi dan analisis sejauh ini dari suara yang terekam dalam kotak hitam menunjukkan bahwa itu adalah bom. Kami 90 persen yakin itu adalah bom," kata seorang anggota tim penyelidik Mesir yang menolak disebutkan namanya, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (9/11/2015).

Komentar tersebut mengungkap penemuan yang belum diungkapkan kepada publik oleh tim penyelidik.

Sebelumnya, Ketua Tim Penyelidik, Ayman al Muqaddam mengumumkan bahwa pesawat meledak di udara saat sedang berada dalam kontrol auto pilot, dan ada suara yang terdengar pada detik-detik terakhir rekaman kokpit. Meski begitu, Ayman mengatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan.

Ayman juga menyebutkan kemungkinan yang mungkin terjadi selain ledakan bom adalah ledakan bahan bakar, metal fatigue, atau baterai lithium yang kepanasan.

Jika hipotesis tersebut benar, maka klaim kelompok militan ISIS yang menyatakan mereka bertanggung jawab atas jatuhnya Airbus A321 Metrojet Kogalymavia dapat dikonfirmasi. 

Hal itu tentunya akan memberikan dampak besar bagi industri pariwisata Mesir, yang bergantung pada faktor keamanan. Pekan lalu, Inggris, Irlandia, Rusia, dan beberapa negara Eropa lainnya telah menghentikan penerbangan ke Mesir karena kekhawatiran akan keamanan di negara itu.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 11:10

    KPK Tahan 2 Tersangka Terkait OTT Pegawai BPK

    Jakarta - KPK menahan dua orang usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai BPK. OTT tersebut merupakan lanjutan dari kasus suap yang melibatkan Bupati Muara Enim nonaktif Ed

  • Kamis, 11 Jun 2026 11:09

    Polsek Tanah Putih Intensifkan Patroli Objek Vital Nasional pada Malam Hari

    TANAHPUTIH-Dalam rangka menjaga keamanan dan mencegah terjadinya tindak kriminalitas pada objek vital nasional, personel Polsek Tanah Putih melaksanakan patroli rutin di kawasan operasional PT Pertami

  • Kamis, 11 Jun 2026 10:22

    Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UNM Diganjar Hukuman 4 Tahun 6 Bulan Penjara

    Majelis hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara kepada Khaeruddin, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (UNM), dalam perkara kekerasa

  • Kamis, 11 Jun 2026 10:19

    607 Personel Disiagakan Kawal Tiga Aksi Demo di Jakpus Hari Ini

    Polisi menyiapkan pengamanan untuk mengawal sejumlah aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (11/6/2026).Sebanyak 607 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga situ

  • Kamis, 11 Jun 2026 09:32

    Kantor BGN Disegel Massa, Demonstran: Saat MBG Bermasalah yang Protes Justru Pengelola Dapur

    Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026), diwarnai aksi penyegelan simbolis gedung.Dalam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.