Minggu, 03 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Perang AS-Iran Picu Kebijakan Ekstrem: Gaji Pejabat Dipotong, Pegawai WFH

Berita

Perang AS-Iran Picu Kebijakan Ekstrem: Gaji Pejabat Dipotong, Pegawai WFH

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 12 Mar 2026 14:31
(FotoDetikNews)
Jakarta - Dampak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran mulai terasa di sejumlah negara. Konflik tersebut mulai mengguncang perekonomian di berbagai negara hingga pemerintahnya harus mengambil kebijakan baru sebagai respons atas kondisi tersebut.

Kebijakan diambil antara lain meliburkan sekolah, meminta pegawai negeri bekerja dari rumah (work from home/WFH), hingga memangkas gaji para pejabat. Beberapa negara juga menutup universitas sebagai langkah penghematan energi yang pasokannya terganggu akibat perang.

"Serangan-serangan ini telah menimbulkan ancaman besar bagi seluruh wilayah," kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dikutip dari MIddle East Eye, Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan penelusuran detikcom, berikut langkah yang diambil sejumlah negara karena dampak perang AS-Israel vs Iran:

Pakistan
Pakistan menjadi salah satu negara yang terdampak perang karena mereka sangat bergantung pada ekspor energi dari negara-negara Teluk Arab seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi dan Kuwait. Semua negara tersebut telah menghentikan produksi akibat perang terhadap Iran atau tidak dapat melakukan ekspor karena penutupan Selat Hormuz.

Thailand
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul telah memerintahkan pegawai pemerintah untuk bekerja dari rumah guna menghemat energi, kecuali pejabat yang harus melayani publik. Perjalanan ke luar negeri juga ditangguhkan.

"Perdana menteri memerintahkan bahwa mulai hari ini pegawai negeri sipil akan bekerja dari rumah," ujar juru bicara Lalida Periswiwatana dikutip dari Reuters.

Langkah-langkah penghematan energi termasuk pembatasan suhu AC pada 26-27 derajat celcius. Masyarakat juga diminta untuk bekerja sama dan mendorong langkah-langkah penghematan energi seperti berbagi kendaraan (carpooling).

"Jika situasinya memburuk, pemerintah dapat mempertimbangkan langkah-langkah lain termasuk mematikan papan iklan di toko, bioskop dan bisnis, serta menutup SPBU pada pukul 10 malam," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Vietnam
Kementerian Perdagangan Vietnam telah menyerukan kepada perusahaan-perusahaan lokal untuk mendorong karyawan bekerja dari rumah. Hal ini sebagai bagian dari upaya penghematan bahan bakar di tengah gangguan pasokan dan lonjakan harga yang dipicu oleh perang AS-Iran.

Kementerian Perdagangan Vietnam juga mengimbau pelaku usaha dan perorangan untuk tidak menimbun atau melakukan spekulasi terhadap bahan bakar. Selain itu, Vietnam telah memutuskan untuk menghapus tarif impor bahan bakar yang berlaku hingga akhir April 2026.

Bangladesh
Bangladesh telah menutup universitas-universitas di tengah krisis energi yang memburuk sebagai imbas dari konflik di Timur Tengah. Otoritas terkait menutup seluruh universitas negeri dan swasta per Senin (9/3), memajukan libur Idulfitri sebagai bagian dari langkah darurat untuk menghemat listrik dan bahan bakar.

"Keputusan ini diambil untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar dengan mempertimbangkan situasi global saat ini," ungkap Kementerian Pendidikan Bangladesh dalam arahan yang disebarkan kepada otoritas universitas, dikutip dari Al Jazeera.

Bangladesh, yang mengandalkan impor untuk 95% kebutuhan energinya juga memberlakukan batasan harian pada penjualan bahan bakar setelah terjadinya aksi panic buying dan penimbunan.

Sebagai bagian dari langkah penghematan yang lebih luas, pemerintah juga meminta seluruh sekolah dengan kurikulum asing dan pusat bimbingan belajar swasta untuk menghentikan operasional selama periode ini demi membatasi penggunaan listrik.

Selain penutupan, pemerintah mengeluarkan pedoman yang mendorong institusi dan perkantoran untuk menggunakan listrik secara lebih efisien, termasuk memaksimalkan cahaya matahari alami serta meminimalkan pencahayaan dan konsumsi daya yang tidak perlu.

Sumber: (detikNews)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.