- Home
- Internasional
- Politikus Israel: Bahasa Arab buktikan Palestina tak pantas merdeka
Politikus Israel: Bahasa Arab buktikan Palestina tak pantas merdeka
Jumat, 12 Feb 2016 15:37
Salah satu bukti yang disorongkan Berko adalah ketiadaan huruf 'p' dalam Bahasa Arab. Konsonan yang dibaca mirip 'p' juga tidak ada.
"Mana ada bacaan Pa, yang ada dalam Bahasa Arab adalah fa," kata politikus perempuan itu di tengah debat parlemen, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (12/2).
Atas dasar itu, Berko menduga identitas Palestina justru berasal dari terminologi Yahudi. Dia menyatakan, yang memiliki konsonan 'p' adalah Bahasa Hebrew. Dalam Kitab Perjanjian Lama disebutkan keberadaan Bangsa Filistin, penghuni wilayah Palestina saat ini. Selain itu, Berko meyakini orang-orang yang sekarang mengaku bangsa Palestina baru muncul akibat penjajahan Romawi di kawasan Timur Tengah.
"Jika kita melihat sejarah, tentang hak Israel terhadap Yerusalem, maka keberadaan Palestina adalah konsep pinjaman," kata politikus Partai Likud itu.
Pernyataan Berko dikecam oleh sesama anggota Knesset. Tamar Zandberg, anggota Partai Meretz yang berhaluan sosialis, menuding politikus wanita itu sedang mabuk karena argumennya kacau balau.
"Apa anda itu punya otak?" kata Zandberg.
Komentar Berko yang disiarkan televisi nasional mengundang kecaman netizen. "Biasanya berita seperti ini muncul di situs parodi. Baru sekarang saya tahu ada orang yang meyakini sebuah bangsa tidak pantas ada hanya karena ketiadaan huruf P," tulis akun Twitter @glcarlstrom.
Akun @johnnyparada turut mempertanyakan klaim Berko dan motif pernyataan itu. "Jika memang begitu, apa kemudian Israel punya hak menghabisi seluruh warga Palestina dari muka bumi?"
Jamal Dajani, Juru Bicara Perdana Menteri Otoritas Palestina, mengecam pernyataan Berko. Dia mengatakan sejarah bangsa Palestina sudah tercatat sejak berabad-abad di banyak sumber otentik. Sebaliknya, kedatangan imigran Yahudi ke sekitar Yerusalem yang tidak wajar karena diinisiasi Inggris seusai Perang Dunia ke-2.
"Semua pernyataan (Berko) adalah upaya mencitrakan bangsa Palestina
seakan-akan bukan manusia yang memiliki hak untuk merdeka," kata Dajani. (merdeka.com)
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam