Jumat, 12 Jun 2026

Pria Ini Jadi Mata-Mata Rusia Sekaligus Teroris

Rabu, 30 Des 2015 14:26
PA
Mogamed Khasiev, intelijen Rusia yang dieksekusi mati teman senegaranya sendiri.
MOSKOW – Magomed Khasiev (23), warga Rusia yang dieksekusi mati oleh ISIS awal bulan ini, kematiannya ternyata masih meninggalkan tanda tanya besar.

Dalam video eksekusi yang disebarkan ISIS, Khasiev seperti tahanan ISIS lainnya tampil mengenakan baju jingga dan terduduk di depan algojonya. Namun kali ini, agak sedikit berbeda, karena 'malaikat maut' itu menunjukkan wajahnya, tidak lagi berpakaian serba hitam dan kelihatan matanya saja.

Algojo itu sendiri kemudian diketahui bernama Anatoly Zemlyanka (28), lahir dari ibu seorang Kristen Ortodoks. Keluarganya tergolong biasa saja dan mereka tinggal di Noyabrsk, salah satu kota besar di Rusia. Dengan demikian, berarti ia sebenarnya juga sekampung halaman dengan target eksekusinya, Magomed Khasiev.

Sebelum dihabisi nyawanya, Khasiev menggemparkan dunia dengan menguak fakta bahwa dirinya adalah agen Rusia yang berangkat ke Suriah untuk menjadi mata-mata. Ia mengaku seorang Muslim asal Chechnya, negara bagian di Rusia yang mayoritas memang berpenduduk Muslim.

Ia menceritakan dalam rekaman, keseluruhan kisahnya. Mulai dari awal dia direkrut badan intelijen negaranya, Layanan Keamanan Federal (FSB) hingga berakhir di bawah pisau ISIS.

Ketika berita ini tersiar, Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov lantas membantah seluruh pernyataan Khasiev. Orang-orang pun mulai bertanya, apakah Khasiev berbohong atau memang ada kisah lain di balik semua ini?

Kehidupan Ganda

Setelah digali-gali, terkuak lah kisah hidup pria yang mengaku intelijen Rusia tersebut. Diduga, ia telah menjalani kehidupan ganda selama ini.

Magomed Khasiev lahir dengan nama Yevgeny Yudin. Sepuluh tahun pertama kehidupannya dijalani bersama ibu kandungnya yang beretnis Rusia. Ibunya sakit keras dan merasa tak mampu lagi menjaga putra semata wayangnya. Khasiev pun dititipkan ke panti asuhan. Tak berapa lama, ibunya meninggal dunia akibat TBC.

Di panti asuhan inilah ia belajar bahasa Chechen dan mengubah agamanya menjadi Islam. Sebagai mualaf, Khasiev mendapat nama Islam, Magomed. Nama belakangnya, Khasiev baru ditambahkan setelah dirinya diadopsi Markha Khasieva, ibu angkatnya.

Beberapa kali ia diadopsi namun akhirnya dikembalikan ke panti asuhan. Pada 2008, Menteri Dalam Negeri Rusia, Rashid Nurgaliyev, mengunjungi panti asuhan tempat Khasiev tinggal, dalam rangka mencari potensi muda untuk dilatih di akademi Suvorov, sekolah elit militer baru.

Pada waktu itu, Khasiev telah menginjak usia 16 tahun. Namanya diusulkan, tetapi tidak lolos seleksi karena dianggap terlalu tua. Sahabatnya, sesame yatim piatu, Minkail Temiev justru terpilih mengikuti sekolah militer tersebut.

Akhirnya, Khasiev dikirim ke perguruan tinggi di Maykop, ibu kota wilayah Rusia yang dihuni mayoritas Muslim Adygeya, sekitar 500 kilometer dari ibu kota Republik Chechnya, Grozny. Dari sinilah ia diketahui memulai kehidupan gandanya.

Di satu sisi, ia fasih berbahasa Checnya dan sangat menyukai identitas Muslimnya. Ia juga tetap dekat dengan keluarga angkat dan teman-temannya semasa di panti asuhan.

Sering kali, ia memprotes gurunya, karena memanggilnya dengan nama asli. Ia lebih suka dipanggil dengan nama Muslimnya, Mogamed. Akan tetapi, gurunya menolak mengikuti kemauannya kecuali ia mengganti namanya di akta lahir dan dokumen kependudukan lainnya.

Di lain sisi, ia juga akrab dengan pemeluk agama lain di luar Islam. Tak jarang, kerabatnya menyaksikan ia minum-minuman keras dan main perempuan.

"Akhirnya, Khasiev mengubah namanya secara resmi ke Magomed Khasiev ketika membuat paspor baru. Meskipun ia begitu bernafsu menggunakan nama Muslim, Khasiev bukan seorang nasionalis Chechnya maupun orang yang radikal," kata teman baiknya, Viktor Zyzin, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Rabu (30/12/2015).

Pada 2011, Khasiev mengunggah fotonya tengah berpose di samping poster Ramzan Kadyrov, pria terkuat asal Chechnya yang membantu Kremlin mengalahkan kelompok radikal Muslim di Kaukasus Utara dan dikenal sebagai orang kafir oleh militan Islam.

Eksekusi Mati di Suriah

Singkat cerita, pada 2013, Khasiev memperoleh tawaran kerja dari Sherif M, perusahaan keamanan di Maykop. Ia juga melamar pekerjaan ke Kementerian Dalam Negeri untuk menjadi penjaga.

Entah bagaimana pastinya, akhirnya ia berhasil bergabung dengan pihak intelijen Rusia, yakni FSB. Namun di samping itu, ia mendengar kabar sahabat terdekatnya, Temiev sudah bergabung dengan kelompok teroris ISIS di Suriah.

Saat pulang ke kampung halamannya, Temiev pun tampil dengan janggut panjang, yang dipersepsikan orang sebagai ciri khas kelompok Islam garis keras. Sahabatnya sempat membujuk ia untuk ikut serta, namun Khasiev menolak.

"Baru tahun lalu, akhirnya ia memutuskan untuk berangkat ke Suriah. Kami pikir ia dipindah tugaskan ke sana," ujar Malika Khasieva, bibi angkatnya.

Zyzin menuturkan, keberangkatan Khasiev kemungkinan untuk menemui Temiev. Akan tetapi, ia kemudian mendapat kabar bahwa sahabatnya itu telah dibunuh.

Pesan terakhir Khasiev diterima Zyzin pada Februari 2015. Zyzin meminta Khasiev pulang. Ia menjawab, mungkin ia akan datang berkunjung. Pada akhirnya, ia tidak pernah pulang dan berakhir seperti dalam video eksekusi ISIS yang disebutkan di awal.

"Dia mengatakan bahwa dia mungkin akan datang untuk berkunjung. Tapi pada akhirnya, ia menulis bahwa ia lelah. Dia mengirim pesan suara. Lalu saya menyadari bahwa ia tidak akan datang kembali. Sederhana, sebab tak ada jalan kembali dari sana," tambah Zyzin.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 14:29

    Polisi Minta BEM UI Tak Demo di Bundaran HI

    Jakarta - Polda Metro Jaya meminta massa mahasiswa tidak menggelar aksi di Bundaran HI dan mengarahkan lokasi penyampaian aspirasi ke kawasan Patung Kuda atau Gedung DPR/MPR.Polisi meminta massa mahas

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:19

    Pengedar Sabu di Gondai Pelalawan Kembali Diciduk Polisi, Segini Barang Bukti yang Diamankan

    PELALAWAN - Seorang pengedar narkotika di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan kembali diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pelalawan pada Selasa (9/6/2026)

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:11

    Warga Siak Diseret Buaya Saat Mandi di Sungai Metas, Jasadnya Ditemukan Setelah 7 Jam Pencarian

    SIAK - Santi alias Pia (22), warga Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, ditemukan meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mandi di tepian Sungai Metas pada Kamis (11/6/2026) p

  • Jumat, 12 Jun 2026 13:58

    Pembobol TK di Kuantan Mudik Dibekuk, Kipas Gantung dan Speaker Raib, Anak-anak Sempat Kepanasan

    KUANSING â€" Jajaran Polsek Kuantan Mudik, Polres Kuantan Singingi (Kuansing), berhasil mengungkap kasus pencurian di TK Islam Al-Khairat, Desa Seberang Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik.Seorang terduga

  • Jumat, 12 Jun 2026 13:47

    Polsek Tanah Putih Gencarkan Patroli Malam,Ajak Warga Aktifkan Kembali Satkambling dan PAM Swakarsa

    TANAHPUTIH----Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Polsek Tanah Putih melaksanakan patroli malam sekaligus sambang Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) di wilay

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.