Sabtu, 13 Jun 2026

Serangan Taliban atas Jurnalis Afghanistan Menuai Kecaman

Kamis, 21 Jan 2016 16:45
Reuters
Petugas keamanan mengangkat bangkai mobil yang berada di lokasi ledakan di dekat Kedutaan Besar Rusia di Kabul, Afghanistan.
KABUL – Serangan bom bunuh diri yang menewaskan tujuh jurnalis dari stasiun televisi Afghanistan, Tolo TV, menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Kelompok pengamat hak asasi manusia yang berbasis di New York menyebut serangan itu sebagai ancaman bagi media.

"Jurnalis Afghanistan menghadapi intimidasi dan kekerasan dari pihak negara dan non-negara di beberapa tahun belakangan," demikian pernyataan kelompok tersebut, seperti dilansir Associated Press, Kamis (21/1/2016).

Serangan itu juga dikecam oleh Pejabat Pelaksana Menteri Pertahanan Masoom Stanekzai. Ia mendesak pemberontak Taliban untuk menghentikan ancaman terhadap media.

Seorang pengebom bunuh diri menabrakkan dirinya ke bus yang mengangkut pegawai Tolo TV, sebuah stasiun televisi milik perusahaan swasta Moby Group, yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab. Serangan yang terjadi pada Rabu (20/1/2016) itu menewaskan setidaknya tujuh orang dan melukai 25 lainnya.

Bus tersebut tengah melintas di dekat Kedutaan Besar Rusia di Kabul, sehingga memunculkan spekulasi awal misi diplomatik itulah yang menjadi sasarannya.

Kelompok militan Taliban segera menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menegaskan bahwa sasaran mereka adalah Tolo TV yang disebut sebagai "mata-mata". Kelompok militan ini memang telah berkali-kali mengumumkan ancaman terhadap para jurnalis, terutama yang dinilai mendukung nilai-nilai Barat.

Media independen di Afghanistan semakin menjamur sejak Taliban digulingkan di sana. Sebuah studi pada 2014 menunjukkan bahwa saat ini ada 175 stasiun radio dan 75 stasiun televisi di Afghanistan. Jumlah itu merupakan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan masa pemerintahan Taliban yang melarang siaran televisi dan hanya memiliki satu stasiun radio.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.