Jumat, 26 Jun 2026

Internasional

Serangan Teror Diduga Penyebab Pesawat Mesir Hilang

Jumat, 20 Mei 2016 09:49
Mohamed Abd el Ghany/Reuters
Menteri Penerbangan Sipil Mesir Sherif Fathy

KAIRO  – Pesawat milik maskapai pelat merah Mesir, EgyptAir, hilang dari pantauan radar ketika tengah terbang dari Bandara Charles de Gaulle, Paris, Prancis menuju Kairo, Mesir. Pesawat Airbus A320 itu hilang di ketinggian 37 ribu kaki saat sudah memasuki wilayah Mesir.

Hingga kini, belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat. Menteri Penerbangan Sipil Mesir, Sherif Fathy, mengatakan serangan teror kemungkinan besar menjadi penyebab hilangnya pesawat dengan nomor penerbangan MS840 tersebut. Namun, Fathy meminta berbagai pihak tidak cepat-cepat mengambil kesimpulan atau berspekulasi mengenai hilangnya pesawat.

Sementara itu Direktur Agen Keamanan Federal Rusia (FBS), Alexander Bortnikov, meyakini serangan terorlah yang menyebabkan pesawat jatuh. "Dengan sangat menyesal, satu lagi kecelakaan menimpa pesawat dari maskapai Mesir. Tampaknya, ini adalah serangan teroris yang menewaskan lebih dari 66 orang," ujarnya, seperti dilansir Russia Today, Jumat (20/5/2016).

Spekulasi tersebut mau tidak mau mengarahkan kecurigaan pada sistem keamanan di Bandara Charles de Gaulle, Prancis. Ahli Penerbangan Sipil Australia, Geoffrey Thomas, mengatakan sistem keamanan di bandara tersebut sangat bagus. Namun, bukan berarti tidak bisa dibobol.

"Salah satu ketakutan industri penerbangan adalah 'orang dalam' ketika Anda memiliki pekerja bandara yang bisa saja berafiliasi dengan kelompok tertentu. Selalu ada kemungkinan sesuatu diselundupkan ke dalam kabin pesawat," beber Thomas.

Sejumlah media melaporkan, ada beberapa kasus pelanggaran keamanan serius di Bandara Charles de Gaulle dan Bandara Orly. Puluhan staf bandara tengah diintai oleh intelijen karena dukungan mereka atau memiliki hubungan dengan kelompok radikal tertentu.

Egyptair yang bertolak dari Paris menuju Kairo hilang dari pantauan radar pada Kamis 19 Mei pukul 02.45 waktu Mesir. Sejumlah 30 dari 66 orang yang berada di dalam pesawat tersebut merupakan warga negara Mesir. Sebanyak 15 orang merupakan warga Prancis dan dua orang warga negara Irak. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.