- Home
- Internasional
- Studi Pada Tulang yang Ditemukan di Pasifik Mungkin Pecahkan Misteri Hilangnya Penerbang Wanita AS
Studi Pada Tulang yang Ditemukan di Pasifik Mungkin Pecahkan Misteri Hilangnya Penerbang Wanita AS
Jumat, 09 Mar 2018 14:26
TENNESSEE - Tulang belulang yang ditemukan di sebuah pulau terpencil di Pasifik Selatan mungkin akan menjadi kunci untuk memecahkan misteri hilangnya salah satu tokoh penerbangan terkenal dunia.Berdasarkan studi baru-baru ini, tulang yang semula didiuga sebagai kerangka seorang pria itu mungkin merupakan sisa jasad Amelia Earhart, seorang penerbang perempuan Amerika Serikat (AS) yang hilang di wilayah itu pada 1937.
Richard Jantz, seorang profesor emeritus antropologi di University of Tennessee, menggunakan analisis pengukuran tulang modern untuk menentukan tulang-tulang itu kemungkinan berasal dari Earhart, yang hilang saat mempelopori penerbangan keliling dunia bersama navigatornya, Fred Noonan.
Hilangnya Earhart adalah salah satu misteri paling menarik dalam sejarah penerbangan. Kisahnya menarik banyak sejarawan selama beberapa dekade dan memunculkan banyak buku, film dan teori.
Selama ini diyakini bahwa Earhart, 39 tahun dan Noonan, 44 tahun kehabisan bahan bakar dan mendaratkan pesawat bermesin ganda mereka, Lockheed Electra di Samudera Pasifik, de dekat Pulau Howland pada sepertiga akhir perjalanan mereka.
Salah satu teori yang paling populer adalah bahwa Earhart dan Noonan mendarat di Pulau Gardner yang tidak berpenghuni, sekarang dikenal sebagai Nikumaroro, bagian dari Republik Kiribati, di mana dia bertahan sebentar sebagai orang yang terdampar.
Sebuah ekspedisi Dinas Kolonial Inggris 1940 ke pulau itu menemukan tengkorak manusia, tulang belulang, bagian dari telapak sepatu wanita, sebuah kotak sekstan dan sebotol minuman keras Benediktin.
Tulang belulang itu dikirim ke Fiji dan pada 1941 diteliti oleh Dr. David W. Hoodless, seorang profesor anatomi, yang menentukan bahwa tulang itu adala tulang dari seorang pria gemuk. Tulang-tulang tersebut sudah lama hilang.
Namun, baru-baru ini dengan menggunakan program komputer yang disebut Fordisc, yang memperkirakan seks, keturunan, dan perawakan dari pengukuran kerangka, Jantz memeriksa kembali tujuh pengukuran yang dilakukan oleh Hoodless, empat pengukuran tengkorak dan tiga pengukuran tulang tibia, humerus, dan radius.
Jantz membandingkannya dengan pengukuran panjang tulang Earhart berdasarkan foto dan pemeriksaan pakaiannya, Akhirnya dia menentukan bahwa tulang-tulang itu kemungkinan adalah tulang dari penerbang wanita itu.
Berdasarkan studi tersebut, tulang itu memiliki kemiripan lebih besar dengan Earhart dibandingkan 99 persen individu dalam sampel referensi yang besar.
"Hasil ini sangat mendukung kesimpulan bahwa tulang-tulang dari Nikumaroro adalah milik Amelia Earhart. Tulang-tulang itu sesuai dengan Earhart dalam semua hal yang kita tahu atau cukup untuk dapat menyimpulkannya," kata Jantz sebagaimana dikutip AFP, Jumat (9/3/2018).
"Sampai bukti definitif disajikan bahwa sisa-sisa jasad itu bukan
berasal dari Amelia Earhart, argumen yang paling meyakinkan adalah
bahwa tulang-tulang itu adalah miliknya," tambahnya.
Jantz mengatakan, ilmu antropologi forensik belum berkembang pada awal abad ke-20 sehingga sangat mungkin terjadi kesalahan dalam pemeriksaan. Menurutnya, Hoodless telah melakukan apa yang biasanya dilakukan seorang analis pada masanya, namun hasil dari pemeriksaan Hoodless sangat mungkin mengalami kekeliruan.
Penelitian tersebut dipublikasikan pekan ini di jurnal "Forensic Anthropology of the University of Florida". Penelitan itu dilakukan dengan bekerjasama dengan The International Group for Historic Aircraft Recovery (TIGHAR).
Earhart, yang mendapatkan ketenaran pada 1932 sebagai wanita pertama yang terbang melintasi Atlantik, bertolak bersama Noonan pada 20 Mei 1937 dari Oakland, California, dengan harapan bisa menjadi wanita pertama yang terbang keliling dunia.
Dia dan Noonan hilang pada 2 Juli 1937 setelah lepas landas dari Lae, Papua Nugini untuk melakukan penerbangan sejauh 4.000 kilometer yang menantang untuk mengisi bahan bakar di Pulau Howland, sebuah wilayah AS antara Australia dan Hawaii. keduanya tidak pernah mencapai Howland.
(okezone.com)
Internasional
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener