Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Takut Dipulangkan, 1.300 Warga Rohingya di India Pergi ke Bangladesh

Internasional

Takut Dipulangkan, 1.300 Warga Rohingya di India Pergi ke Bangladesh

Kamis, 17 Jan 2019 14:19
Detik.com
DHAKA - Setidaknya 1.300 warga Rohingya telah angkat kaki dari India ke Bangladesh sejak awal tahun ini. Ketakutan akan dideportasi ke Myanmar telah menyebabkan eksodus tersebut.

Pemerintah India telah menuai kritikan tajam karena memulangkan warga minoritas muslim Rohingya ke Myanmar dalam beberapa pekan ini. Deportasi dilakukan meski militer di Myanmar dituduh melakukan kekejaman terhadap warga Rohingya.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok-kelompok HAM menuding India mengabaikan hukum internasional dengan memulangkan Rohingya ke Myanmar di tengah ancaman bahaya yang menghadang.

India yang bukan negara penandatangan Konvensi Pengungsi PBB, telah menangkap 230 orang Rohingya pada tahun 2018. Ini merupakan penangkapan Rohingya terbesar dalam beberapa tahun seiring kubu garis keras Hindu menyerukan agar para pengungsi Rohingya dipulangkan secara massal.

Nayana Bose, juru bicara Inter Sector Coordination Group (ISCG), yang mencakup badan-badan PBB dan organisasi kemanusiaan asing lainnya, kedatangan warga Rohingya di Bangladesh telah meningkat sejak 3 Januari lalu.

"Sekitar 1.300 orang dari 300 keluarga telah tiba dari India ke Bangladesh hingga hari ini," ujarnya kepada AFP.

Dikatakan Bose, mereka ditampung di sebuah pusat transit PBB.

Sekitar 40 ribu orang Rohingya tinggal di India. Polisi menyatakan bahwa mereka yang pergi ke Bangladesh tahun ini telah tinggal di India selama bertahun-tahun.

Selama puluhan tahun warga Rohingya telah mengalami persekusi dan pembantaian di Myanmar. Pemerintah negara tersebut menolak mengakui Rohingya sebagai warga negara dan menyebut mereka sebagai imigran ilegal "Bengali". Warga Rohingya terkonsentrasi di negara bagian Rakhine, yang menjadi pusat operasi militer brutal Myanmar pada Agustus 2017 silam.

Para penyelidik PBB menggambarkan operasi tersebut genosida. Akibat operasi militer tersebut, setidaknya 720 ribu orang Rohingya telah melarikan diri dari Rakhine dan mengungsi ke Bangladesh untuk bergabung dengan sekitar 300 ribu pengungsi Rohingya yang telah lebih dulu bermukim di kamp-kamp kumuh.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 25 Jun 2026 16:14

    Soal Pengangkatan Tenaga Ahli oleh Kepala Daerah, Ini Kata Prof Djohermansyah

    PEKANBARU-Pakar Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan menilai pengangkatan tenaga ahli oleh kepala daerah merupakan hal yang lumrah. Hal itu juga menjadi kewenangan kepala daerah dalam menjalankan

  • Kamis, 25 Jun 2026 16:12

    Prabowo Respons Kritik Makan Bergizi Gratis Minta Penolak Turun Langsung Jumpai Masyarakat

    JAKARTA - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026) diwarnai aksi antusias peserta yang membentangkan spanduk

  • Kamis, 25 Jun 2026 15:14

    Dramatis, Damkar dan Tim Medis di Makassar Bersinergi Lepaskan Mesin Penggiling dari Tangan Pasie

    Tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar melibatkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar dalam proses penanganan seorang pasien berini

  • Kamis, 25 Jun 2026 15:13

    KPK Lelang Barang Rampasan Kasus Taspen dan Kemnaker, Ini Waktunya

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang barang rampasan dari perkara PT Taspen dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Hari Anti Korupsi Se-Dunia.Direktur Pelacakan Aset, Pengelola

  • Kamis, 25 Jun 2026 14:45

    Bahlil: Indonesia Setop Impor Solar Berkat Biodiesel, Kini Fokus Kurangi Impor Bensin

    Menteri Eneri dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut program biodiesel berbasis minyak sawit telah membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BB

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.