Selasa, 28 Apr 2026

Tuduh Putin Korupsi , Peskov: AS Ngarang Cerita

Selasa, 26 Jan 2016 11:23
Reuters
Presiden Rusia Vladimir Putin.
MOSKOW – Tuduhan Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui seorang pejabat Departemen Keuangan-nya mengenai tindak korupsi yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin ditanggapi dingin oleh Kremlin yang menyebutnya sebagai sebuah 'cerita fiksi'.

Dalam program dokumenter BBC Panorama, pejabat Departemen Keuangan AS untuk masalah terorisme dan kejahatan finansial, Adam Szubin, mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin adalah sosok yang korup dan telah menutupi kekayaannya selama bertahun-tahun.

"Dia seharusnya mendapat gaji sekira USD110 ribu per tahun. Tapi, itu bukanlah pernyataan yang tepat untuk kekayaannya (Putin), dan dia telah terlatih dalam waktu yang lama mengenai cara menutupi kekayaannya," kata Szubin kepada BBC.

Lebih lanjut Szubin mengungkapkan, Pemerintah AS telah lama mengetahui bahwa Putin melakukan kolusi dengan memperkaya sekutu-sekutu dekatnya, dan mengesampingkan mereka yang dia anggap tidak bersahabat dengan menggunakan aset-aset negara.

"Apakah itu kekayaan energi Rusia, kontrak-kontrak negara, dia menyalurkannya ke orang-orang yang dia percaya akan melayaninya dan meminggirkan mereka yang tidak dia percaya. Menurut saya, itu adalah sebuah gambaran dari korupsi," lanjutnya.

Pemerintah Rusia pun menampik tuduhan Szubin tersebut. Juru bicara pemerintah, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa tuduhan tersebut hanyalah sebuah cerita fiksi dan tidak perlu ditanggapi.

"Tidak ada pertanyaan atau isu ini yang perlu dijawab, karena semua itu murni cerita fiksi," kata Peskov kepada media, sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (26/1/2016).

Tuduhan korupsi terhadap Putin bukan pertama kalinya dilontarkan oleh AS. Sebelumnya pada 2014, mantan agen KGB itu juga menjadi sasaran penyelidikan Departemen Keuangan AS terkait investasinya di Gunvor, sebuah perusahaan perdagangan yang berbasis di Siprus, namun tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai penyelidikan tersebut.

Pekan lalu, Pemerintah Inggris menuduh Putin terlibat pembunuhan seorang mantan anggota KGB lainnya, Alexander Litvinenko, yang terjadi pada 2006. Moskow membantah keras tuduhan ini dan menyebut penyelidikan terhadap kematian Litvinenko tidak transparan dan bias.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.