Sabtu, 13 Jun 2026

Tuduh Putin Korupsi , Peskov: AS Ngarang Cerita

Selasa, 26 Jan 2016 11:23
Reuters
Presiden Rusia Vladimir Putin.
MOSKOW – Tuduhan Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui seorang pejabat Departemen Keuangan-nya mengenai tindak korupsi yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin ditanggapi dingin oleh Kremlin yang menyebutnya sebagai sebuah 'cerita fiksi'.

Dalam program dokumenter BBC Panorama, pejabat Departemen Keuangan AS untuk masalah terorisme dan kejahatan finansial, Adam Szubin, mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin adalah sosok yang korup dan telah menutupi kekayaannya selama bertahun-tahun.

"Dia seharusnya mendapat gaji sekira USD110 ribu per tahun. Tapi, itu bukanlah pernyataan yang tepat untuk kekayaannya (Putin), dan dia telah terlatih dalam waktu yang lama mengenai cara menutupi kekayaannya," kata Szubin kepada BBC.

Lebih lanjut Szubin mengungkapkan, Pemerintah AS telah lama mengetahui bahwa Putin melakukan kolusi dengan memperkaya sekutu-sekutu dekatnya, dan mengesampingkan mereka yang dia anggap tidak bersahabat dengan menggunakan aset-aset negara.

"Apakah itu kekayaan energi Rusia, kontrak-kontrak negara, dia menyalurkannya ke orang-orang yang dia percaya akan melayaninya dan meminggirkan mereka yang tidak dia percaya. Menurut saya, itu adalah sebuah gambaran dari korupsi," lanjutnya.

Pemerintah Rusia pun menampik tuduhan Szubin tersebut. Juru bicara pemerintah, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa tuduhan tersebut hanyalah sebuah cerita fiksi dan tidak perlu ditanggapi.

"Tidak ada pertanyaan atau isu ini yang perlu dijawab, karena semua itu murni cerita fiksi," kata Peskov kepada media, sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (26/1/2016).

Tuduhan korupsi terhadap Putin bukan pertama kalinya dilontarkan oleh AS. Sebelumnya pada 2014, mantan agen KGB itu juga menjadi sasaran penyelidikan Departemen Keuangan AS terkait investasinya di Gunvor, sebuah perusahaan perdagangan yang berbasis di Siprus, namun tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai penyelidikan tersebut.

Pekan lalu, Pemerintah Inggris menuduh Putin terlibat pembunuhan seorang mantan anggota KGB lainnya, Alexander Litvinenko, yang terjadi pada 2006. Moskow membantah keras tuduhan ini dan menyebut penyelidikan terhadap kematian Litvinenko tidak transparan dan bias.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.